JAKARTA. Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) menunda peluncuran (launching) produk komoditas berbasis syariah hingga Oktober mendatang. Semula, peluncuran produk baru tersebut direncanakan pada hari ini (29/9). Namun, kemudian diundur hingga 13 Oktober mendatang.Direktur BBJ Bihar Sakti Wibowo menyebut, peluncuran tersebut ditunda karena permintaan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa dan jajarannya, yang dijadwalkan bisa menghadiri acara peluncuran pada 13 Oktober. "Ini hanya masalah penyesuaian jadwal, kalau dari pihak BBJ sudah siap untuk launching," ungkap Bihar. Nantinya, dalam launching produk komoditas syariah tersebut, BBJ akan mengundang kedutaan besar dari negara-negara Timur tengah. Bihar bilang, hal itu ditempuh untuk melakukan pendekatan dan pengenalan produk kepada bank-bank Syariah negara-negara Timur Tengah tersebut. "Kita mau go international," ujarnya.Namun lanjutnya, niatan tersebut masih dalam proses awal. BBJ belum gencar menggaet bank-bank syariah asing dari negara Timur Tengah tersebut. Dalam jangka pendek dan menengah, BBJ akan memfokuskan pada perbankan syariah domestik. "Baru nanti jangka panjang, kami akan menembus pasar internasional," imbuh Bihar.Sebagai catatan, produk Komoditas berbasis syariah ini, merupakan yang pertama kali di Indonesia. BBJ dan Dewan Syariah Nasional (DSN) telah mempersiapkannya sejak 20 Desember 2010. Komoditas yang telah siap menjadi pendukungnya antara lain seperti kopi, kakao, olein dan batu bara.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
BBJ tunda peluncuran produk komoditas syariah hingga Oktober
JAKARTA. Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) menunda peluncuran (launching) produk komoditas berbasis syariah hingga Oktober mendatang. Semula, peluncuran produk baru tersebut direncanakan pada hari ini (29/9). Namun, kemudian diundur hingga 13 Oktober mendatang.Direktur BBJ Bihar Sakti Wibowo menyebut, peluncuran tersebut ditunda karena permintaan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa dan jajarannya, yang dijadwalkan bisa menghadiri acara peluncuran pada 13 Oktober. "Ini hanya masalah penyesuaian jadwal, kalau dari pihak BBJ sudah siap untuk launching," ungkap Bihar. Nantinya, dalam launching produk komoditas syariah tersebut, BBJ akan mengundang kedutaan besar dari negara-negara Timur tengah. Bihar bilang, hal itu ditempuh untuk melakukan pendekatan dan pengenalan produk kepada bank-bank Syariah negara-negara Timur Tengah tersebut. "Kita mau go international," ujarnya.Namun lanjutnya, niatan tersebut masih dalam proses awal. BBJ belum gencar menggaet bank-bank syariah asing dari negara Timur Tengah tersebut. Dalam jangka pendek dan menengah, BBJ akan memfokuskan pada perbankan syariah domestik. "Baru nanti jangka panjang, kami akan menembus pasar internasional," imbuh Bihar.Sebagai catatan, produk Komoditas berbasis syariah ini, merupakan yang pertama kali di Indonesia. BBJ dan Dewan Syariah Nasional (DSN) telah mempersiapkannya sejak 20 Desember 2010. Komoditas yang telah siap menjadi pendukungnya antara lain seperti kopi, kakao, olein dan batu bara.Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News