BBRI Gelar RUPST 10 April 2026, Sinyal Dividen Lebih Tinggi Meski Laba 2025 Turun



KONTAN.CO.ID - Jakarta. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Jumat, 10 April 2026. Meski laba 2025 turun 5,26%, potensi dividen bisa lebih tinggi dari DPR 86% tahun lalu. Simak jadwal dan detailnya.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (27/2/2026), manajemen BBRI menyampaikan bahwa penyelenggaraan RUPST dilakukan sesuai Anggaran Dasar Perseroan dan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), termasuk pelaksanaan secara elektronik (e-RUPS).

Pemanggilan rapat akan dilakukan paling lambat Jumat, 13 Maret 2026 melalui: - Situs PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) - Situs PT Bursa Efek Indonesia (BEI) - Situs resmi Perseroan


Pemegang saham yang berhak hadir atau diwakili dalam rapat adalah mereka yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham dan/atau rekening efek di KSEI pada Kamis, 12 Maret 2026 pukul 17.00 WIB.

Baca Juga: Intip Rekomendasi Saham Pilihan Hari Ini (2/3), IHSG Berpeluang Tertekan

Usulan Mata Acara Rapat

Perseroan memberikan kesempatan kepada: - Pemegang saham yang mewakili minimal 1/20 dari seluruh saham dengan hak suara - Pemegang saham Seri A Dwiwarna

Usulan mata acara harus sudah diterima direksi paling lambat Jumat, 6 Maret 2026.

Bagi pemegang saham yang tidak dapat hadir secara fisik, BBRI mengimbau untuk memberikan kuasa melalui sistem Electronic General Meeting System (eASY.KSEI). Pemberian kuasa dapat dilakukan hingga Kamis, 9 April 2026 pukul 12.00 WIB.

Tonton: Israel & AS Serang Iran, Trump Sebut Khamenei Telah Meninggal

Kinerja BBRI 2025: Laba Turun, Kredit Tumbuh Dua Digit

Hingga akhir 2025, BBRI membukukan laba bersih Rp 57,13 triliun, turun 5,26% secara tahunan (yoy).

Meski laba terkoreksi, dari sisi intermediasi kinerja tetap solid. Penyaluran kredit tumbuh 12,31% yoy menjadi Rp 1.521,49 triliun.

Direktur Utama BRI, Herry Gunardi, menyampaikan bahwa kondisi permodalan perseroan saat ini sangat kuat dan memadai. Hal ini membuka peluang pembagian dividend payout ratio (DPR) yang lebih tinggi dibandingkan level historis.

“Kalau dividen yang diberikan lebih besar, maka ROE (return on equity) juga akan meningkat,” ujar Herry.

Tonton: Konflik Iran-Israel AS Guncang Pasar Global: Dampak ke IHSG & Peluang Komoditas

Potensi Dividen BBRI 2026

Sebagai gambaran, untuk tahun buku 2024: - Laba bersih: Rp 60,15 triliun - Total dividen: Rp 51,73 triliun - Dividend Payout Ratio (DPR): sekitar 86%

Dengan laba bersih 2025 sebesar Rp 57,13 triliun, apabila DPR dinaikkan dari level 86%, maka potensi dividen yang dibagikan bisa tetap besar dan berpeluang mendekati atau bahkan melampaui Rp 49 triliun.

Namun demikian, keputusan final terkait besaran DPR dan total dividen tahun buku 2025 akan ditentukan dalam RUPST pada 10 April 2026 mendatang.

Investor kini menanti kepastian kebijakan dividen BBRI, di tengah kondisi permodalan yang kuat dan komitmen perseroan untuk terus memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi pemegang saham.  

Selat Hormuz Ditutup! 20% Pasokan Minyak Dunia Terhambat
© 2026 Konten oleh Kontan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News