BCA (BBCA) bagikan dividen dengan yield 1,66%, begini rekomendasi analis



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp 530 per saham atau 48% dari total Laba Bersih tahun buku 2020.

Melansir RTI, per 29 Maret 2021 jumlah saham BBCA yang beredar mencapai 24,65 miliar saham. Sebanyak 13,54 miliar saham atau 54,94% dimiliki PT Dwimuria Investama Andalan. Sementara sisanya sebanyak 11,1 miliar (45,06%) merupakan saham milik masyarakat.

Pada penutupan perdagangan Senin (29/3), saham BBCA melemah 0,86% ke level Rp 31.800 per saham. Dengan demikian, yield dividen BBCA sebesar 1,66%. Berdasarkan catatan kontan.co.id, angka tersebut naik tipis dibandingkan tahun lalu sebesar 1,65%.


Tahun lalu, BCA membukukan laba bersih sebesar Rp 27,1 triliun atau turun 5,14% dari tahun sebelumnya. 

Baca Juga: BCA bagikan dividen Rp 530 per saham dan angkat 2 direktur baru

Adapun pada tahun 2019, BCA membagikan dividen sebesar Rp 13,69 triliun atau Rp 555 per saham. Dividen pay out ratio BBCA sebesar 47,9% dari laba bersih tahun 2019 sebesar Rp 28,6 triliun.

Analis Pilarmas Investindo Okie Setya Ardiastama menyebutkan komitmen manajemen untuk tetap memberikan dividen cukup perlu diapresiasi. 

"Karena pembagian tetap dilakukan di tengah penurunan kineja," ujarnya kepada kontan.co.id, Senin (29/3).

Di sisi lain, pihaknya tidak mempermasalahkan yield dividen BBCA yang berada di bawah level 2%. Sebabnya, hal tersebut memang wajar mengingat harga saham BCA yang tinggi sehingga yield dividen menjadi rendah.

Karenanya, ia masih merekomendasikan beli saham BBCA dengan target harga Rp 34.450.

Selanjutnya: IHSG naik hingga akhir sesi I, saham bank paling banyak dibeli dan dijual asing

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News