BCA Bidik Kredit Tumbuh 10% hingga Akhir Tahun 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menargetkan pertumbuhan kredit hingga akhir 2026 mendekati 10%. Direktur BCA, Vera Eve Lim mengatakan, target tersebut didukung pertumbuhan kredit yang telah mencapai 8% secara tahunan atau year on year (YoY) menjadi Rp 1.036 triliun hingga Juni 2026. "Jadi kita harapkan bahwa tahun ini kalau kita pertumbuhan mendekati 10 persen perkiraan kita driver masih dari segmen banyak dari korporasi tapi yang tidak kalah penting adalah segmen komersial, segmen UKM juga yang perkiraan kita juga akan tumbuh pada semester kedua," ujar Vera dalam Public Expose Live 2026, Rabu (9/9/2026) Hingga semester I 2026, pertumbuhan kredit BCA ditopang pembiayaan produktif yang mencapai Rp 802 triliun, tumbuh 11% YoY. Kredit korporasi tumbuh 13,6% YoY menjadi Rp 513,4 triliun, sedangkan kredit komersial dan usaha kecil dan menengah (UKM) tumbuh 6,6% YoY menjadi Rp 288,5 triliun.

Baca Juga: BCA Salurkan Kedit Produktif Rp 802 Triliun hingga Juni 2026 Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) BCA berada di level 1,9% pada semester I-2026, membaik dari 2,2% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Rasio loan at risk (LAR) juga membaik menjadi 4,9% dari 5,7% tahun lalu. Untuk mendukung ekspansi kredit, BCA mencatat dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 1.284 triliun hingga Juni 2026, tumbuh 7,9% YoY. Dana murah atau current account saving account (CASA) tumbuh 10,2% YoY menjadi Rp 1.082 triliun, dengan kontribusinya terhadap DPK meningkat menjadi 85,2% dari 83,4% pada tahun sebelumnya. Dengan pertumbuhan kredit dan pendanaan tersebut, BCA dan entitas anak membukukan laba bersih sebesar Rp 29,5 triliun pada semester I-2026.

Baca Juga: Kredit BCA Tembus Rp 1.036 Triliun pada Semester I-2026, Ini Pendorongnya


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: