BCA Bidik Lebih dari 200 Pedagang Pasar di Batam untuk Adopsi QRIS



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) bersama Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau (BI Kepri) mengedukasi lebih dari 200 pedagang di Batam untuk meningkatkan penggunaan transaksi digital melalui QRIS.

Edukasi tersebut dilakukan melalui Program GERAI (Gerakan Edukasi dan Akuisisi) Pasar QRIS yang berlangsung pada 1–31 Oktober 2026. Program ini menyasar pedagang di Pasar Bengkong dan Pasar Mitra Raya.

Selain mendorong adopsi QRIS, program tersebut juga memberikan pemahaman kepada pedagang mengenai pentingnya perlindungan konsumen dalam transaksi digital.


EVP Merchant Business Division BCA, I Ketut Alam Wangsawijaya mengatakan, program ini bertujuan membantu pedagang memahami dan memanfaatkan pembayaran digital untuk mendukung aktivitas usaha.

Baca Juga: MDR QRIS 0% Diperluas, BCA Bidik Pertumbuhan Transaksi QRIS

“Melalui Program GERAI Pasar QRIS, BCA ingin membantu para pedagang pasar semakin memahami dan memanfaatkan transaksi digital yang aman, cepat, mudah, dan murah. Kami berharap edukasi mengenai QRIS dan perlindungan konsumen dapat mendukung aktivitas usaha para pedagang sekaligus memberikan pengalaman transaksi yang lebih praktis bagi masyarakat,” ujar Ketut dalam keterangan tertulis, Selasa (13/10/2026).

Menurut Ketut, penggunaan QRIS juga dapat memberikan lebih banyak pilihan pembayaran bagi pelanggan dan mendukung aktivitas perdagangan yang lebih tertata. Pedagang pun berkesempatan memperoleh penghargaan berdasarkan frekuensi transaksi QRIS tertinggi selama periode program.

Baca Juga: Transaksi QRIS Cross Border BCA Melonjak 491% hingga Agustus 2026

Selain edukasi transaksi digital, BCA memberikan dukungan untuk meningkatkan kenyamanan lingkungan pasar. Di Pasar Bengkong, BCA membantu pembuatan 97 nomor kios untuk mendukung penataan pasar.

Sementara itu, di Pasar Mitra Raya, BCA memberikan 32 tong sampah dan papan imbauan untuk mendukung kebersihan lingkungan pasar.

Ketut mengatakan, kolaborasi dengan BI Kepri diharapkan dapat meningkatkan pemahaman pedagang mengenai QRIS sekaligus perlindungan konsumen.

“Melalui kolaborasi dalam Program GERAI Pasar QRIS, kami berharap para pedagang tidak hanya semakin memahami penggunaan QRIS, tetapi juga memiliki pemahaman yang baik mengenai perlindungan konsumen. Dengan demikian, digitalisasi dapat memberikan manfaat bagi pedagang maupun masyarakat sebagai konsumen,” tandasnya.

Baca Juga: Transaksi QRIS BCA Capai Rp 165 Triliun pada Kuartal I-2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: