BCA Catat Laba Bersih Rp 45,2 Triliun pada Kuartal III-2026



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) bersama entitas anak mencatat laba bersih senilai Rp 45,2 triliun pada kuartal III-2026. Perolehan ini naik 4,2% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, Rp 43,4 triliun.

Ini sejalan dengan operating income yang naik sebesar 2,9% secara tahunan menjadi Rp 85,3 triliun. Adapun, pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) naik 1,2% secara tahunan menjadi Rp 64,9 triliun pada September 2026.

Dari sisi kredit, BCA berhasil membukukan penyaluran kredit  mencapai Rp 1.063 triliun, tumbuh 12,6% secara tahunan (year on year/YoY). 


Baca Juga: BSI Luncurkan BEWIZE Gold, Perusahaan Kini Bisa Transaksi Emas Secara Digital

Penyaluran kredit secara prudent dilakukan ke berbagai sektor, mulai dari korporasi, komersial, dan UKM ditopang likuiditas dan pendanaan solid yang terlihat dari kenaikan giro dan tabungan (CASA) hingga 10,4% menjadi Rp 1.103 triliun. Total dana pihak ketiga (DPK) naik 8% YoY mencapai Rp1.301 triliun.

Presiden Direktur BCA Hendra Lembong BCA mengatakan, BCA berkomitmen menyalurkan kredit ke beragam sektor untuk mendukung perekonomian nasional, dengan senantiasa mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dan kondisi likuiditas perseroan.

Pembiayaan BCA ditopang kredit produktif sebesar Rp831 triliun, tumbuh 17,2% YoY. Kredit produktif mencakup pembiayaan korporasi yang naik 20,9% YoY hingga Rp 528,1 triliun, kredit komersial Rp154,1 triliun atau tumbuh 7,8% YoY, dan kredit UKM hingga Rp149,2 triliun atau bertambah 15,4% YoY.

Penyaluran pembiayaan juga salah satunya ditopang BCA Expo 2026 dan BCA UMKM Fest 2026 yang melibatkan lebih dari 1.600 pelaku usaha.

Baca Juga: DP 0% KPR Diperpanjang hingga 2027, Bagaimana Prospek Bisnis Asuransi Properti?

"Kami juga telah menggelar BCA Wealth Summit 2026 sebagai forum edukasi finansial bagi nasabah dan masyarakat agar semakin cermat mengelola keuangan,” ungkap Hendra saat paparan kinerja perseroan, Selasa (27/10/2026).

Pertumbuhan kredit UKM BCA konsisten berada di atas rata-rata industri perbankan nasional hingga kuartal III 2026. Rasio loan at risk (LAR) dan non performing loan (NPL) terjaga masing-masing 4,6% dan 1,8% pada periode yang sama. Laba bersih BCA dan entitas anak tumbuh 4,2% YoY menjadi Rp 45,2 triliun pada 9 bulan pertama 2026.

Kredit berkelanjutan BCA naik 16,3% YoY mencapai Rp 280,3 triliun per September 2026, setara 26,4% dari total portofolio pembiayaan. 

BCA menghadirkan suku bunga kredit khusus bagi pelaku UMKM yang berlaku mulai 1 Juli 2026 hingga Januari 2027. Pembiayaan khusus bertajuk Kredit Multiguna Usaha (KMU) Hari UMKM 2026 ini menawarkan suku bunga mulai 5,81% efektif per annum (p.a) serta jangka waktu kredit lebih panjang bagi UMKM.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News