KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Central Asia (BCA) tetap menjalankan fungsi intermediasi di tengah pandemi. Direktur BCA Vera Eve Lim menyatakan rasio intermediasi makroprudential (RIM) BCA di level 64,0% per Juni 2021. Ia bilang BCA mencermati permintaan kredit di sektor perbankan masih dalam proses pemulihan. Hal ini sejalan dengan pandemi Covid-19 dan kebijakan PPKM yang membatasi mobilitas dan mempengaruhi iklim bisnis. “Di sisi lain, total DPK BCA tercatat tumbuh 17,5% dari Juni tahun lalu menjadi Rp 895,2 triliun oada Juni 2021. Hingga saat ini, kami masih melakukan monitoring secara intens terkait kondisi saat ini, khususnya di tengah situasi PPKM dalam rangka menekan laju penularan pandemi Covid-19 menuju pemulihan ekonomi nasional,” jelasnya kepada Kontan.co.id pekan lalu.
BCA catat rasio intermediasi makroprudential (RIM) di level 64,0% per Juni 2021
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Central Asia (BCA) tetap menjalankan fungsi intermediasi di tengah pandemi. Direktur BCA Vera Eve Lim menyatakan rasio intermediasi makroprudential (RIM) BCA di level 64,0% per Juni 2021. Ia bilang BCA mencermati permintaan kredit di sektor perbankan masih dalam proses pemulihan. Hal ini sejalan dengan pandemi Covid-19 dan kebijakan PPKM yang membatasi mobilitas dan mempengaruhi iklim bisnis. “Di sisi lain, total DPK BCA tercatat tumbuh 17,5% dari Juni tahun lalu menjadi Rp 895,2 triliun oada Juni 2021. Hingga saat ini, kami masih melakukan monitoring secara intens terkait kondisi saat ini, khususnya di tengah situasi PPKM dalam rangka menekan laju penularan pandemi Covid-19 menuju pemulihan ekonomi nasional,” jelasnya kepada Kontan.co.id pekan lalu.