BCA dan Bank Mandiri bersaing di uang elektronik



JAKARTA. Penggunaan ponsel pintar yang terus meluas menjadi peluang emas bagi perbankan untuk mendongkrak transaksi. Coba tengok aksi Bank Central Asia (BCA). Menyandang predikat bank trans aksional, bank milik Grup Djarum tersebut resmi bertarung di bisnis uang elektronik (e-money) berbasis ponsel.

Senin (28/9), BCA meluncurkan e-money berbasis aplikasi smartphone bernama Sakuku. Lewat Sakuku, nasabah bisa berbelanja, isi pulsa dan transaksi perbankan lain. Aplikasi Sakuku sudah tersedia di pasar aplikasi iOs dan Play Store. Sedangkan top up saldo dilakukan melalui KlikBCA dan ATM BCA.

Suwignyo, Direktur BCA menyatakan, Sakuku baru dapat digunakan untuk berbelanja di 13 jaringan toko (merchant) fisik yang terdiri dari 114 outlet di Jabodetabek dan dua merchant online. Sesuai aturan Bank Indonesia (BI), Sakuku dapat menampung saldo maksimal Rp 1 juta.


Armand W. Hartono, Direktur BCA menambahkan, pihaknya tidak mematok target penggunaan Sakuku. "Biar berjalan dulu. Nanti kita lihat bagaimana antusias nasabah," imbuh Arman.

Yang pasti, Sakuku diharapkan memperbesar pangsa pasar BCA di pasar e-money. Saat ini jumlah e-money berbentuk kartu yakni BCA Flazz sebanyak 7 juta dengan rata-rata transaksi mencapai 300.000-400.000 kali per hari. Kehadiran Sakuku bakal bersaing dengan Mandiri e-Cash racikan Bank Mandiri.

Direktur Electronic Banking Group Transaction Bank Mandiri, Budi Hartono mengatakan, pihaknya bersiap menggenjot transaksi Mandiri e-Cash pada semester II 2015. Sebagai gambaran, jumlah pengguna Mandiri e-Cash sebanyak 2 juta nasabah dengan volume transaksi sebanyak 500.000 kali transaksi atau masih di bawah nilai transaksi Rp 100 miliar.

“Targetnya mencapai 5 juta nasabah sampai akhir tahun dan volume transaksi bisa dua kali lipat lebih,” ujar Budi. Bank berlogo pita emas ini pun ambisius memasang target jumlah pengguna Mandiri e-Cash bertambah menjadi 100 juta pada tahun 2020. Strateginya, menggandeng lebih banyak merchant.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie