BCA dan OCBC NISP tawarkan bunga KPR single digit



JAKARTA. Perbankan Indonesia ingin membasahi pasar di tengah keringnya pertumbuhan ekonomi melalui hujan suku bunga kredit single digit untuk kredit pemilikan rumah (KPR).

Bank-bank papan atas menawarkan bunga KPR single digit dengan jangka waktu beraneka ragam mulai dari 1-5 tahun.

Direktur Konsumer PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Henry Koenaifi mengatakan, pihaknya mampu menerapkan bunga KPR single digit karena sumber dana murah berlimpah.


BCA menawarkan bunga KPR sebesar 9% tetap selama 5 tahun pada periode permintaan kredit dari 9 Februari-29 Juli 2016.

“Bunga KPR single digit ini untuk jangka panjang,” kata Henry, kepada KONTAN, Rabu (10/2). Harapannya, tawaran bunga KPR rendah dapat meningkatkan pertumbuhan kredit. BCA membidik pertumbuhan KPR sebesar 10% di tahun 2016, dari realisasi pertumbuhan sebesar 9,25% atau mencapai Rp 59,4 triliun per Desember 2015 dibandingkan Rp 54 triliun per Desember 2014.

Ka Jit, Senior Corporate Executive Consumer Banking PT Bank OCBC NISP Tbk menyampaikan, pihaknya akan memangkas suku bunga KPR secara bertahap sesuai pergerakan pasar.

Saat ini, perusahaan telah memberikan bunga KPR di bawah 10% untuk jangka waktu 1 tahun-3 tahun. Setelah masa waktu habis maka debitur akan memperoleh bunga secara fluktuatif.

Ka Jit menambahkan, bunga KPR di bawah 10% ini berlaku untuk semua harga rumah dan hanya untuk debitur baru Bank OCBC NISP. Bank yang berpusat di Singapura ini menilai bunga KPR rendah untuk menggairahkan permintaan kredit.

“Bank OCBC NISP menargetkan KPR tumbuh 10% di tahun ini,” ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dikky Setiawan