BCA Finance : LTV rendah bisa berpotensi mengerek NPF



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri pembiayaan menilai masih nyaman dengan aturan terkait uang muka pembiayaan kendaraan pada saat ini. Besaran uang muka yang diatur dinilai masih sesuai dengan kemampuan pasar.

Direktur Utama PT BCA Finance Roni Haslim menilai ketentuan loan to value (LTV) untuk pembiayaan kendaraan saat ini masih mampu diikuti oleh pasar. Sehingga tak membutuhkan penyesuaian dalam waktu dekat.

Bahkan bila LTV dilonggarkan, justru berpotensi menjadi jebakan yang berbahaya bagi kondisi kesehatan kredit dari perusahaan pembiayaan. "LTV rendah bisa menyebabkan kenaikan non performing financing (NPF) di industri," kata dia akhir pakan lalu.


Pasalnya besaran LTV akan menentukan banyaknya dana yang harus dicicil oleh nasabah tiap bulan. Bila terlalu tinggi, maka nasabah harus memiliki pemasukan yang kuat agar bisa menyicil angsuran tepat waktu.

Makanya kondisi kesehatan kredit dari perusahaan pembiayaan akan dipertaruhkan bila uang muka pembiayaan yang dikenakan kepada debitur terlampau kecil.

Di sisi lain, meski pasar pembiayaan diprediksi akan makin menantang BCA Finance masih optimistis untuk memenuhi target yang dipasang pada tahun ini. Sampai tutup tahun nanti, perseroan mematok target booking Rp 32,5 triliun.

Sementara sampai pertengahan tahun ini BCA Finance sudah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 17,5 triliun setara dengan 53,8% dari target tahunan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi