JAKARTA. Arah pergerakan ekspansi bisnis bank papan atas berbeda-beda. Misalnya, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memilih untuk jago kandang dengan memperluas ekspansi cabang di dalam negeri, sedangkan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) akan meningkatkan usaha di Myanmar dan melirik Malaysia untuk ekspansi.Meskipun ada peluang perbankan Indonesia untuk ekspansi ke luar negeri setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bekerjasama dengan regulator Malaysia, namun tak semua bank tertarik untuk melebarkan saya ke negeri jiran. Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur BCA memilih untuk fokus mengembangkan bisnis di dalam negeri.“Kami ingin perbesar ekspansi di Indonesia yang pasarnya masih luas. Tahun ini, BCA akan menambah sekitar 20 cabang hingga 30 cabang,” kata Jahja belum lama ini. Alasannya, ekspansi ke luar negeri membutuhkan biaya yang mahal yang tak sebanding dengan segmentasi pasar yang tak seluas seperti di Indonesia.
BCA fokus di dalam negeri, BNI incar luar negeri
JAKARTA. Arah pergerakan ekspansi bisnis bank papan atas berbeda-beda. Misalnya, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memilih untuk jago kandang dengan memperluas ekspansi cabang di dalam negeri, sedangkan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) akan meningkatkan usaha di Myanmar dan melirik Malaysia untuk ekspansi.Meskipun ada peluang perbankan Indonesia untuk ekspansi ke luar negeri setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bekerjasama dengan regulator Malaysia, namun tak semua bank tertarik untuk melebarkan saya ke negeri jiran. Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur BCA memilih untuk fokus mengembangkan bisnis di dalam negeri.“Kami ingin perbesar ekspansi di Indonesia yang pasarnya masih luas. Tahun ini, BCA akan menambah sekitar 20 cabang hingga 30 cabang,” kata Jahja belum lama ini. Alasannya, ekspansi ke luar negeri membutuhkan biaya yang mahal yang tak sebanding dengan segmentasi pasar yang tak seluas seperti di Indonesia.