BCA klaim bunga kredit sudah single digit



Jakarta. PT Bank Central Asia Tbk / BCA klaim sampai akhir Oktober 2016 beberapa sektor kredit sudah mempunyai suku bunga single digit. Hal ini didorong oleh penurunan suku bunga acuan seven days reverse repo sebesar 75bps sejak kuartal 2 2016. .

Jahja Setiaatmadja Direktur Utama BCA mengatakan untuk sektor korporasi komersial, SME dan kredit kendaraaan bermotor (KKB) BCA sudah mematok suku bunga kredit single digit. “Selain itu, untuk produk KPR floating rate nasabah juga sudah menikmati suku bunga kredit di bawah 10%,” ujar Jahja, Rabu (26/10).

Berdasarkan SDBK BCA sampai akhir September 2016 tercatat beberapa sektor kredit yang sudah mempunyai suku bunga single digit diantaranya adalah kredit korporasi dan konsumsi non KPR. Untuk suku bunga kredit korporasi dan konsumsi non KPR tercatat masing masing sebesar 9,75% dan 7,69%.


Ke depannya Jahja masih belum bisa merinci sektor mana yang akan berpotensi mengalami penurunan suku bunga lanjutan. Hal ini disebabkan karena BCA masih mempertimbangkan banyak faktor sebelum melakukan penurunan suku bunga kredit.

Pertama adalah BCA menunggu transmisi penurunan suku bunga acuan seven days reverse repo rate ke penurunan suku bunga LPS dan deposito. Setelah bunga deposito menurun, biasanya bank akan menyesuaikan selama 3 sampai 6 bulan sebelum ditransmisikan ke suku bunga kredit.

Kedua bank juga harus memperhatikan kondisi likuiditas di pasar. Jika kondisi likuiditas ketat, walaupun BI dan LPS serta suku bunga deposito sudah mengalami penurunan maka susah bagi bank untuk langsung menurunkan suku bunga kredit. Selain itu, bank juga harus mempertimbangkan cost of fund dan cost of credit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Adi Wikanto