BCA Masih Jadi Bank Paling Menguntungkan Investor Meski Laba Tertinggi Diraih BRI



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) tampil sebagai bank pencetak laba terbesar di Indonesia sepanjang 2022. Bank spesialis kredit segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ini meraup laba bersih Rp 51,4 triliun tahun lalu atau tumbuh 67,1% secara year on year (yoy). 

Kendati labanya paling jumbo, namun bank ini bukan  bank pemberi keuntungan terbaik di Tanah Air untuk para pemegang sahamnya. Bank yang paling menguntungkan bagi investor jatuh ke tangan PT Bank Central Asia Tbk (BCA).

Hal itu tercermin dari rasio return on equity (RoE). Secara umum RoE menggambarkan bagaimana bank mencetak imbal hasil untuk pemegang saham. Rasio ini ditentukan oleh kemampuan perusahaan menghasilkan profitabilitas atau marjin keuntungan, produktivitas aset untuk menghasilkan pendapatan, serta pengelolaan penggunaan utang secara optimal.


Walaupun laba bersih BCA masih di bawah BRI, namun RoE bank swasta terbesar di Tanah Air ini tercatat jawara. Merujuk pada laporan keuangan 2022, RoE BCA mencapai 21,7%. Angka ini naik dari tahun 2021 yang hanya tercatat 18,25%. Sedangkan BRI ada di urutan kedua dengan RoE pada tahun 2022 mencapai 20,93%, naik dari posisi 16,87% pada tahun sebelumnya. 

Pada tahun 2022, BCA membukukan laba bersih sebesar Rp 40,7 triliun atau naik 29,6% secara yoy. Total aset bank ini tumbuh 7% yoy menjadi Rp 1.314,7 triliun tahun lalu. Adapun aset BRI pada akhir 2022 mencapai Rp 1.865,6 triliun atau tumbuh sebesar 11,2% secara yoy. Total aset bank ini jauh lebih besar dari BCA. 

Pertumbuhan laba bersih BRI tahun lalu didukung oleh pendapatan bunga bersih sebesar 5,8% yoy menjadi Rp 151,8 triliun serta pendapatan berbasis biaya dan komisi Rp 18,7 triliun atau meningkat dari Rp 17 triliun pada 2021.

Sunarso, Direktur Utama BRI, mengatakan kinerja tersebut sejalan dengan keberhasil BRI melakukan efisiensi melalui penekanan biaya dana, pertumbuhan dua digit fee based income, serta peningkatan recovery aset. "Efisiensi tercermin dari BOPO, CER, dan CIR yang membaik dari periode tahun 2021," kata Sunarso, Rabu (8/2).

Sementara RoE dua bank besar lainnya masih berada di bawah 20% pada tahun 2022. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatat RoE di level 18,08%, naik dari 13,48% pad atahun 2021. Adapun PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)  menghasilkan RoE 14,9% tahun lalu, naik dari 9,4% tahun sebelumnya.

Tahun lalu, Bank Mandiri meraup laba bersih Rp 41,2 triliun atau melonjak 46,8% yoy dan BNI mencetak net profit Rp 18,3 triliun atau melonjak 68%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dina Hutauruk