BCA mematangkan agenda akuisisi bank



JAKARTA. Tahun ini, usia PT Bank Central Asia Tbk (BCA) genap 60 tahun. Bank swasta terbesar di Indonesia itu memasang target pertumbuhan konservatif.

Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan tahun ini pertumbuhan kredit dipatok 10% secara tahunan atau year on year (yoy). "BCA memasang target sekitar 10% lebih. Tahun lalu, target BCA juga 10%, tercapainya cuma 7,7%," ujar Jahja, Rabu (22/2).

BCA tetap menyasar segmen kredit korporasi dan kredit ritel pada tahun ini. Meski begitu, memasuki tahun 2017 kredit konsumsi bakal dipacu lebih tinggi, khususnya kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit kendaraan bermotor (KKB). "KPR dan KKB kami targetkan tumbuh lebih besar, contoh KPR kami dengan rate baru, aplikasinya meningkat empat kali dari yang normal," kata Jahja.


Agar tetap menjadi salah satu penguasa pasar perbankan Tanah Air di dekade mendatang, bank milik Grup Djarum ini memastikan diri untuk mengakuisisi dua bank sekaligus. Bank yang akan dibeli oleh BCA merupakan bank kecil dan proses akuisisinya sempat tertunda beberapa waktu terakhir.

Hingga saat ini, identitas bank yang diincar oleh BCA masih samar-samar. Bank yang akan diakuisisi BCA kemungkinan akan dimerger serta diarahkan ke segmen bisnis digital banking.

Sejauh ini, BCA menganggarkan sekitar Rp 4 triliun untuk keseluruhan belanja modal anorganik sepanjang tahun ini. "Kalau bisa (akuisisi bank) satu-satu dulu. Kami sediakan Rp 4 triliun untuk akuisisi dan anak usaha. Khusus fintech sekitar Rp 200 miliar di tahun lalu," jelasnya.

Informasi saja, berdasarkan laporan keuangan belum diaudit per akhir Desember 2016, BCA mencatatkan pertumbuhan laba bersih 13,19% menjadi Rp 19,83 triliun. Pertumbuhan laba ditopang dari hasil pendapatan bunga bersih atau Net Interest Income (NII) yang tumbuh 12,65% menjadi Rp 37,31 triliun. Dari sisi penyaluran kredit, BCA menyalurkan kredit Rp 416,28 triliun, naik 7,28%. Sementara dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 530,16 triliun, tumbuh 11,92%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie