BCA Optimistis Kredit Perbankan Masih Berpeluang Tumbuh Double Digit pada 2026



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memandang pertumbuhan kredit industri perbankan pada 2026 masih cukup prospektif, seiring berjalannya berbagai program pemerintah yang diharapkan mampu mendorong aktivitas ekonomi nasional.

Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, mengatakan peluang pertumbuhan kredit secara industri di level dua digit masih ada. Namun, pencapaiannya akan sangat bergantung pada upaya perbankan dalam menangkap peluang tersebut di tengah dinamika global yang masih bergejolak.

“Kalau saya lihat, potensi di dua digit itu ada, dengan banyak program pemerintah yang berjalan. Semoga kita di perbankan bisa berusaha sekeras-kerasnya untuk mencapai double digit di 2026 ini,” ujar Hendra saat paparan kinerja perseroan, Selasa (27/1/2026).


Baca Juga: Penyaluran Kredit BCA Capai Rp 993 Triliun pada 2025, Ini Faktor Pendorongnya

Dari sisi pelaku usaha, Hendra menilai sikap dunia usaha masih beragam. Sebagian pengusaha mulai kembali melakukan ekspansi, sementara sebagian lainnya memilih bersikap wait and see. Kondisi ini dinilai wajar mengingat ketidakpastian global, terutama terkait isu geopolitik dan kebijakan tarif yang dapat berubah dengan cepat.

“Kalau kita lihat, tergantung sektornya. Ada yang masih ekspansi, ada juga yang menahan diri. Itu normal di tengah situasi geopolitik yang perubahannya sangat cepat,” jelasnya.

Meski demikian, Hendra melihat sentimen positif masih datang dari investasi asing. Arus investasi dari luar negeri, khususnya dari China, dinilai masih cukup deras dan berpotensi menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus mendorong permintaan kredit perbankan ke depan.

Baca Juga: Laba Bersih BCA Tembus Rp 57,5 Triliun di 2025, Tumbuh 4,9%

“Investasi dari luar negeri, terutama dari China, masih cukup banyak yang masuk. Ini kami harapkan bisa membantu pertumbuhan ekonomi dan juga kredit perbankan,” tambahnya.

Sejalan dengan prospek tersebut, BCA menyiapkan strategi pertumbuhan kredit yang selektif dan berkelanjutan pada 2026, termasuk pada segmen kredit korporasi. Perseroan akan terus memanfaatkan momentum investasi dan proyek-proyek produktif yang sejalan dengan program pemerintah, sembari tetap menjaga prinsip kehati-hatian di tengah ketidakpastian global.

Selanjutnya: Kemenhub: Kebutuhan Anggaran Pasca Bencana Capai Rp 1,47 Triliun pada 2026-2028

Menarik Dibaca: Tren Warna Biru 2026 dari Dulux, Ini Manfaatnya untuk Hunian

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News