BCA Pastikan Kredit Sindikasi Tetap Pertimbangkan Faktor Risiko



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menjadi salah satu penyalur kredit sindikasi yang terbesar secara nasional. BCA memastikan, penyaluran kredit sindikasi selalu mempertimbangkan faktor risiko.

Jika dilihat dari data Bloomberg pada 11 Juni 2026, BCA menjadi bank penyalur terbesar keempat dalam total keseluruhan kredit sindikasi nasional.

Hingga periode tersebut, BCA tercatat telah menyalurkan kredit sindikasi sebesar US$ 1,24 miliar. Adapun total kredit sindikasi perbankan nasional mencapai US$ 12,89 miliar.


Baca Juga: Saham Perbankan Kompak Menguat di Sesi Pertama Hari Ini (12/6/2026)

EVP Corporate Communication & Social Responsibilty BCA Hera F. Heryn menuturkan, banknya selalu berkomitmen mendorong pertumbuhan kredit sindikasi ke berbagai sektor strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

"Pada prinsipnya, BCA berkomitmen mendukung pertumbuhan perekonomian di Indonesia dengan menyalurkan kredit sindikasi ke berbagai sektor strategis," kata Hera kepada Kontan, Kamis (11/6/2026).

Adapun Hera memastikan, dalam penyaluran kredit sindikasi, BCA selalu mempertimbangkan faktor risiko, posisi likuiditas, serta kondisi modal. Dengan begitu, penyaluran kredit akan lebih terukur dan sesuai dengan prospek pertumbuhan bank.

Baca Juga: Kredit Sindikasi Jadi Makin Efektif Bagi Bank di Tengah Gejolak Ekonomi

Hera pun menyebut BCA lebih selektif menyalurkan kredit sindikasi pada proyek-proyek strategis yang memang berpotensi memperkuat bisnis inti BCA.

Ke depannya, ia memproyeksikan pertumbuhan kredit sindikasi akan sejalan dengan situasi ekonomi nasional.

"Ke depan, tren penyaluran kredit sindikasi diperkirakan akan bergerak sejalan dengan dinamika dan kondisi perekonomian nasional," ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News