BCA Pastikan Likuiditas Valas Terjaga di Tengah Volatilitas Rupiah



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terus memastikan kecukupan likuiditas valuta asing (valas) di tengah dinamika nilai tukar rupiah. Perseroan menilai transaksi valas tidak semata-mata dipengaruhi pergerakan kurs, tetapi juga kebutuhan nasabah.

Executive Vice President (EVP) Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan, perseroan berkomitmen memenuhi kebutuhan transaksi valas nasabah dalam berbagai mata uang dengan dukungan platform perbankan yang aman dan andal.

"Transaksi valas di BCA tak hanya dipengaruhi oleh pergerakan nilai tukar, melainkan juga kebutuhan valas dari nasabah," ujar Hera kepada kontan.co.id, Selasa (1/9/2026).


BCA, lanjut Hera, terus mencermati perkembangan nilai tukar dan aktivitas transaksi valas secara prudent. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan layanan perseroan tetap responsif sekaligus memenuhi kebutuhan nasabah.

Di sisi likuiditas, BCA juga menjaga keseimbangan antara kecukupan likuiditas valas dan ekspansi kredit. Perseroan tetap mempertimbangkan perkembangan kondisi pasar serta risiko dalam mengelola likuiditas valas.

Baca Juga: BCA Perkuat Likuiditas Valas, DPK Valas Capai Rp116,98 Triliun hingga Juni 2026

Hingga Juni 2026, dana pihak ketiga (DPK) valas BCA tercatat sebesar Rp116,98 triliun. Sementara itu, DPK dalam rupiah mencapai Rp1.167,07 triliun.

Dengan demikian, total DPK BCA mencapai Rp1.284 triliun per Juni 2026. Adapun dana murah atau current account savings account (CASA) yang terdiri dari giro dan tabungan mendominasi sekitar 84,3% dari total DPK.

Selain menjaga likuiditas, BCA juga memperluas kemudahan transaksi valas melalui layanan digital. Salah satunya lewat fitur Poket Valas pada aplikasi myBCA.

Melalui fitur tersebut, nasabah dapat mengelola valuta asing secara lebih fleksibel, mulai dari pengisian saldo, penarikan tunai, pengiriman hingga penerimaan berbagai mata uang asing.

Saat ini, Poket Valas myBCA menyediakan transaksi dalam 18 mata uang asing.

Hera mengatakan, pengembangan layanan tersebut menjadi bagian dari upaya BCA untuk memastikan kebutuhan transaksi valas nasabah dapat dilayani secara aman dan praktis, dengan tetap memperhatikan kondisi pasar dan pengelolaan risiko.

Baca Juga: BCA Sesuaikan Batas Pembelian Valas Tunai per 2 Juni 2026, Ini Rinciannya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: