BCA: Pengguna Paylater Tumbuh Hampir 8%, Mayoritas Pilih Tenor Satu Bulan



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat kinerja positif pada layanan BCA Paylater sepanjang semester I-2026. Perseroan mengungkapkan jumlah pengguna (customer base) layanan tersebut meningkat hampir 8% secara tahunan, seiring dengan kualitas portofolio pembiayaan yang tetap terjaga.

Direktur BCA Santoso mengatakan pertumbuhan basis pengguna tersebut mencerminkan meningkatnya pemanfaatan layanan paylater oleh nasabah, dengan tetap diiringi pengelolaan risiko yang sehat.

"Secara keseluruhan, basis pelanggan (customer base) tumbuh hampir 8%," ujar Santoso dalam paparan kinerja BCA, Selasa (28/7/2026).


BCA juga mencatat mayoritas nasabah memanfaatkan fasilitas BCA Paylater untuk pembiayaan berjangka pendek. Tenor satu bulan menjadi pilihan utama pengguna, sementara penggunaan tenor yang lebih panjang, seperti enam bulan, 12 bulan, hingga 24 bulan, masih relatif terbatas.

Baca Juga: Bank Mandiri: Insentif Likuiditas BI Belum Otomatis Turunkan Bunga Kredit Mikro

Menurut Santoso, pola tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar nasabah menggunakan layanan paylater secara bijak dan tetap mengedepankan kehati-hatian dalam mengelola kewajiban pembiayaan.

"Hal yang menarik, sebagian besar nasabah justru memanfaatkan fitur paylater dengan tenor yang pendek, terutama tenor satu bulan," katanya.

Dari sisi kualitas aset, BCA memastikan portofolio pembiayaan BCA Paylater tetap berada dalam kondisi yang sehat. Perseroan menyebut kualitas kredit layanan tersebut relatif stabil secara tahunan meskipun memiliki karakteristik risiko yang berbeda dibandingkan kartu kredit.

Santoso menjelaskan, produk paylater pada dasarnya memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi dibandingkan kartu kredit. Meski demikian, risiko tersebut masih berada dalam batas yang dapat dikelola perusahaan dan tetap didukung oleh tingkat profitabilitas yang memadai.

Baca Juga: Laba BCA Tumbuh 1,8% Semester I-2026, Simak Rekomendasi Terbarunya

"Memang karakteristik risiko paylater sedikit berbeda dibandingkan kartu kredit sehingga tingkat risikonya cenderung lebih tinggi. Namun, risiko tersebut masih berada dalam batas yang dapat kami kelola dan tetap didukung oleh tingkat profitabilitas perusahaan," ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, BCA optimistis layanan BCA Paylater masih mampu mendukung kebutuhan transaksi nasabah tanpa mengorbankan kualitas portofolio pembiayaan. Perseroan menilai pertumbuhan jumlah pengguna yang konsisten dan kualitas aset yang tetap sehat menjadi fondasi bagi pengembangan layanan paylater ke depan.

"Secara keseluruhan, baik kualitas portofolio maupun pertumbuhan basis pelanggan paylater tetap terjaga hingga saat ini," tutup Santoso.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: