BCA Pertahankan Target Pertumbuhan Kredit di Kisaran 8%-10% pada 2026



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Central Asia Tbk (BCA) memastikan kinerja hingga kuartal I-2026 masih berjalan sesuai rencana bisnis bank (RBB). BCA pun belum berencana mengubah proyeksi pertumbuhan kinerja di tahun ini.

Direktur BCA Vera Eve Lim mengungkapkan, realisasi kinerja di awal tahun masih in line dengan target yang telah ditetapkan manajemen.

“Sampai kuartal I masih sesuai dengan RBB, dan untuk 2026 kami belum melakukan perubahan proyeksi,” ujarnya saat konferensi pers paparan kinerja BCA, Kamis (23/4/2026).


Baca Juga: 120 Tahun Melintasi Zaman, Jejak Panjang Bank Woori Saudara

Hingga kuartal I-2026, BCA dan entitas anak berhasil membukukan laba senilai Rp 14,7 triliun, atau naik 3,8% secara tahunan atau year on year (YoY) yang sebesar Rp 14,1 triliun.

Dari sisi intermediasi, kredit BCA naik 5,6% yoy mencapai Rp 994 triliun per Maret 2026. Kredit BCA hingga akhir Maret 2026 terutama ditopang kredit produktif sebesar Rp 760,2 triliun, meningkat 7,8% YoY. Dari sisi pendanaan, total DPK BCA mencapai Rp 1.292,4 triliun, tumbuh 8,3% YoY.

Sepanjang tahun ini, BCA tetap membidik pertumbuhan kredit di kisaran 8% hingga 10%. Target tersebut dipertahankan dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi dan permintaan kredit dalam sembilan bulan ke depan.

BCA berharap, perbaikan ekonomi domestik dapat mendorong permintaan kredit sehingga target pertumbuhan bisa tercapai.

 
BBCA Chart by TradingView

Di tengah ketidakpastian global, BCA memilih menjaga konsistensi strategi bisnis dengan tetap mengacu pada rencana kerja yang telah disusun sejak awal tahun.

Dengan pendekatan tersebut, BCA optimistis dapat menjaga pertumbuhan kredit tetap stabil sekaligus mempertahankan kualitas aset di tengah dinamika pasar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News