BCA Proyeksikan NIM Turun Tahun Ini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melihat margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) perbankan masih berpotensi menurun dalam tiga tahun ke depan. Kondisi ini sejalan dengan persaingan antarbank yang semakin ketat dalam mendorong pertumbuhan kredit dan menghimpun dana. Direktur BCA, Vera Eve Lim mengatakan, pertumbuhan kredit perbankan dalam beberapa tahun terakhir tumbuh lebih cepat dibandingkan dana pihak ketiga (DPK). Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan penetrasi intermediasi perbankan yang semakin baik. "Kami akan prediksikan NIM mungkin akan terus menurun. Tapi volume terus meningkat. Jadi laba buat perbankan akan terjaga baik," ujar Vera dalam Public Expose Live 2026, Rabu (9/9/2026).

Baca Juga: BCA Ungkap Penyebab NIM Turun 50 Bps pada Semester I-2026 Penurunan NIM BCA juga tercermin pada kinerja semester I 2026. Vera mengatakan NIM BCA tercatat sebesar 5,3%, turun 50 basis poin (bps) dibandingkan 5,8% pada semester I-2025. Vera memperkirakan NIM akhir tahun ini berada di kisaran 5,4%, turun dibandingkan NIM tahun lalu sebesar 5,7%. Adapun target pertumbuhan kredit hingga akhir 2026 yang mendekati 10%. "Karena persaingan juga semakin kompetitif. Kalau semua bank ingin menumbuhkan kredit, ingin menjaring dana, ya margin akan menurun. Itu pandangan estimasi kami juga. Rasanya tidak berbeda dengan estimasi di market," jelasnya.

Baca Juga: NIM Perbankan Turun Jadi 4,34% pada Juni 2026, OJK Ungkap Penyebabnya


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News