BCA sambut positif menjamurnya pemain uang elektronik



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengaku belum terlalu khawatir dengan semakin banyaknya perusahaan yang tertarik untuk terjun ke bisnis uang elektronik.

Pasalnya, Direktur BCA Santoso Liem menilai masing-masing perusahaan telah memiliki agenda tersendiri jika masuk ke bisnis model sejenis ini.

"Saya pikir ini positif, karena semakin banyak pemain makin bagus mendorong transaksi non tunai," katanya kepada Kontan.co.id, Senin (15/1).

Pun, jika dilihat dari sisinya BCA menilai keuntungan dari bisnis uang elektronik masih berada jauh di bawah biaya yang harus digelontorkan perbankan untuk ekspansi.

"Kalau dilihat uang elektronik ini laju pendapatan dan biayanya masih lebih tinggi biaya. Kami tentu masih mencari ukuran keseimbangannya," ujarnya.

Sementara itu, dalam peningkatannya, Santoso menyebut ada dua hal penting yang terus diperhatikan yakni kemudahan akses pengguna uang elektronik. Antara lain, akses transaksi serta kemudahan isi ulang uang elektronik.

Catatan saja, sampai dengan akhir tahun 2017 BCA mencatat frekuensi uang elektronik tumbuh 32,7% secara tahunan atau year on year (yoy).

Sementara itu, nominal transaksinya sudah mencapai Rp 1,1 triliun atau naik 39% yoy. Adapun, jumlah kartu uang elektronik BCA atau Flazz sudah mencapai 14,6 juta kartu.

Sebagai gambaran, data Bank Indonesia (BI) per November 2017 menunjukkan nominal transaksi uang elektronik mencapai Rp 1,64 triliun, naik 98% dibanding November 2016.

Sementara volume transaksi juga meningkat 93% menjadi 128,51 juta. Sedangkan jumlah unik naik 130% menjadi 113,72 juta dari 49,41 juta di tahun sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto