KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri perbankan syariah nasional dinilai masih memiliki peluang besar untuk terus bertumbuh di Indonesia. Namun, di tengah potensi tersebut, tantangan persepsi masyarakat masih menjadi pekerjaan rumah, terutama anggapan bahwa layanan perbankan syariah bersifat eksklusif, kaku, dan hanya relevan bagi kelompok tertentu.
Baca Juga: Pencairan Kredit Himbara Tumbuh Tinggi pada Kuartal 1-2026 Ditopang Segmen Korporasi Menjawab tantangan itu, BCA Syariah menghadirkan pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat melalui kampanye “Sahabat Berkahmu”. Melalui kampanye tersebut, BCA Syariah mencoba membangun hubungan emosional yang lebih personal dengan komunitas urban lewat ruang percakapan bertajuk “Dari Sahabat untuk Sahabat”. Dalam diskusi bertema “Aku Ingin Menjadi Siapa yang Baik Menurut Tuhan”, BCA Syariah berupaya memperkenalkan nilai-nilai syariah dari sudut pandang yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Pembahasan tidak hanya berfokus pada transaksi keuangan, tetapi juga menyentuh keresahan finansial, tekanan hidup, pencarian makna, hingga kebutuhan untuk merasa lebih tenang dalam mengambil keputusan keuangan.
Baca Juga: AAUI Sebut Kenaikan BI Rate Dapat Berdampak terhadap Lini Asuransi Kredit Presiden Direktur BCA Syariah Yuli Melati Suryaningrum mengatakan, perusahaan ingin memposisikan diri sebagai sahabat yang hadir mendampingi perjalanan finansial nasabah. “BCA Syariah memposisikan diri sebagai sahabat. Sahabat itu ada di sebelah, di sisi. Tidak terlalu jauh di depan, apalagi di belakang. Kami ingin hadir menemani perjalanan nasabah mencari keberkahan hidup,” ujar Yuli dalam keterangannya yang diterima Senin (25/5/2026). Menurutnya, kebutuhan masyarakat saat ini tidak lagi sebatas akses terhadap produk keuangan, tetapi juga membutuhkan solusi yang relevan dengan konteks kehidupan mereka. Hal ini terutama dirasakan pekerja muda, first-jobbers, hingga profesional urban yang menghadapi tekanan mengelola keuangan di tengah tuntutan gaya hidup, karier, dan kebutuhan keluarga.
Baca Juga: Perluas Pangsa Pasar Asuransi, Askrindo Bidik Generasi Muda Fenomena
sandwich generation juga menjadi salah satu tantangan yang dihadapi masyarakat urban saat ini. Banyak individu harus membiayai kebutuhan pribadi, membantu orang tua, sekaligus mempersiapkan masa depan dalam waktu bersamaan. Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap literasi keuangan yang aman, praktis, dan menenangkan menjadi semakin penting. BCA Syariah menilai inklusi finansial syariah tidak hanya soal menyediakan akses layanan keuangan, tetapi juga kemampuan menghadirkan layanan dengan bahasa yang lebih mudah dipahami masyarakat serta dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari. Pendekatan tersebut diwujudkan melalui kampanye Sahabat Berkahmu yang lebih menekankan sisi humanis dibanding sekadar edukasi produk.
Baca Juga: CIMB Niaga Alihkan Contact Center ke Ask OCTO via OCTO App dan WhatsApp BCA Syariah terlebih dahulu mencoba memahami kegelisahan masyarakat urban, termasuk tekanan gaya hidup konsumtif dan kecenderungan penggunaan utang konsumsi. Dalam sesi “Dari Sahabat untuk Sahabat”, Ivan Gunawan turut membagikan pengalaman mengenai perjalanan hijrah finansialnya. Sebagai figur publik dan pelaku industri fashion, Ivan mengaku gaya hidup dan aktivitas belanja sangat dekat dengan penggunaan kartu kredit sebelum akhirnya mulai mencari metode transaksi yang lebih sesuai dengan prinsip syariah. Cerita tersebut dinilai menunjukkan bahwa literasi keuangan syariah dapat dimulai dari persoalan sederhana yang dekat dengan keseharian masyarakat, seperti mengatur pengeluaran, memilih metode transaksi, hingga membangun kesadaran agar konsumsi tidak dijadikan sarana validasi diri.
Baca Juga: Bank Masih Rajin Biayai Fintech Lending, Imbal Hasil Bisa 15% Jadi Magnet Tersendiri Dalam mendukung kebutuhan tersebut, BCA Syariah menghadirkan layanan digital BSya by BCA Syariah sebagai bagian dari ekosistem keuangan syariah yang lebih praktis dan modern. Platform tersebut menyediakan layanan transaksi perbankan digital, investasi syariah, hingga perencanaan ibadah. Melalui pendekatan tersebut, BCA Syariah berharap inklusi finansial syariah dapat semakin luas dengan menghadirkan solusi yang tidak hanya modern dan praktis, tetapi juga relevan dengan kebutuhan nyata masyarakat urban saat ini. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News