BCA Syariah Genjot Kredit Konsumer Jelang Ramadan, Pembiayaan Emas Masih Jadi Andalan



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank BCA Syariah menyiapkan sejumlah strategi untuk mendorong pertumbuhan pembiayaan konsumer pada awal tahun, terutama menjelang momentum Ramadan, Lebaran, dan Tahun Baru Imlek yang biasanya meningkatkan kebutuhan pembiayaan masyarakat.

VP Retail & Consumer Business BCA Syariah, Arief Mediadianto menyebutkan, segmen kredit konsumer masih mencatat pertumbuhan yang cukup pesat. Per Desember 2025 pertumbuhannya sebesar 47,1% mencapai Rp 520 miliar.

"Untuk menopang pertumbuhan tersebut, perseroan mengandalkan berbagai program promosi, optimalisasi jaringan kantor cabang, serta sinergi dengan agenda pemasaran seperti BCA Expo," kata Arief saat talkshow di Mini Studio BCA Expoversary 2026 di Tangerang, Sabtu (7/2/2026).


Selain itu, perseroan juga menawarkan sejumlah insentif produk, seperti pembiayaan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dengan pricing lebih kompetitif hingga fasilitas persetujuan cepat atau one day approval guna menarik minat nasabah.

Baca Juga: BCA Syariah Genjot Pembiayaan Rumah, Kendaraan hingga Emas lewat BCA Expoversary 2026

Secara target, BCA Syariah menetapkan kontribusi pertumbuhan pembiayaan yang relatif merata sepanjang tahun, yakni sekitar 25% pada masing-masing kuartal.

Adapun dari sisi portofolio konsumer, pembiayaan emas masih menjadi penopang utama dengan kontribusi sekitar 30% terhadap total pembiayaan konsumer. Tingginya minat masyarakat terhadap emas, terutama di tengah tren kenaikan harga, turut mendorong pertumbuhan segmen ini.

Sementara itu, pada pembiayaan produktif, sektor manufaktur dan perdagangan masih menjadi fokus utama. Sepanjang 2025, pembiayaan komersial tumbuh sekitar 20,3%, sedangkan segmen usaha kecil dan menengah (SME) tumbuh lebih moderat sekitar 9,7% seiring kondisi ekonomi yang dinilai cukup volatil.

Meski demikian, kualitas pembiayaan tetap terjaga. Rasio pembiayaan bermasalah (non-performing financing/NPF) BCA Syariah tercatat sekitar 1,57% per Desember 2025, relatif rendah dibandingkan rata-rata industri.

Baca Juga: Pembiayaan Emas BCA Syariah Melonjak 238%, Tembus Rp 520 Miliar di 2025

Ke depan, perseroan berencana meningkatkan porsi pembiayaan ke segmen UMKM. Strategi ini dilakukan melalui penguatan kapasitas internal, mulai dari aktivasi kantor cabang dan kantor cabang pembantu, peningkatan kompetensi account officer, hingga pendekatan lebih aktif kepada pelaku usaha.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas basis pembiayaan sekaligus mendukung pertumbuhan UMKM nasional, dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian dan kualitas pembiayaan.

Selanjutnya: 10 Film Netflix Teratas Hari Ini, Banyak Film Horor dari Indonesia

Menarik Dibaca: 7 Manfaat Buah Kersen: Sejumlah Penyakit Kronis Ini Bisa Anda Hindari

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News