BCA Syariah Optimistis Ekspansi di Tengah Tantangan Ekonomi Global, Ini Strateginya



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank BCA Syariah tetap optimistis melanjutkan ekspansi bisnis pada kuartal III-2026 meski perekonomian masih dibayangi ketidakpastian global, pelemahan nilai tukar rupiah, serta kenaikan suku bunga acuan.

Presiden Direktur BCA Syariah Yuli Melati Suryaningrum mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2026 berpotensi melandai akibat meningkatnya ketidakpastian global dan tensi geopolitik yang berdampak pada kenaikan harga komoditas serta gangguan rantai pasok perdagangan internasional.

Menurutnya, kondisi tersebut juga mempengaruhi dunia usaha, termasuk industri perbankan.


Baca Juga: Bank Ramai-Ramai Susun Strategi Penuhi Free Float 15% Jelang Tenggat BEI

"Kenaikan BI Rate menjadi 5,75% untuk menjaga stabilitas nilai tukar secara otomatis memperketat likuiditas dan meningkatkan biaya dana di industri perbankan. Di sisi lain, kenaikan harga Pertamax juga menjadi tantangan karena berpotensi meningkatkan biaya logistik," ujar Yuli kepada Kontan.co.id.

Untuk menghadapi kondisi tersebut, BCA Syariah mengedepankan strategi efisiensi dan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian agar profitabilitas tetap terjaga.

Meski demikian, Yuli menilai kebijakan fiskal pemerintah yang ekspansif masih menjadi penopang pertumbuhan ekonomi domestik. Menurutnya, belanja pemerintah memiliki peran penting untuk menjaga aktivitas ekonomi di tengah ketidakpastian global.

"Dalam kondisi saat ini, realisasi kebijakan fiskal ke sektor riil akan berperan penting menjaga daya beli masyarakat dan mendukung aktivitas ekonomi domestik," katanya.

Di sisi konsumsi, Yuli mengakui kenaikan biaya energi membuat masyarakat lebih selektif dalam membelanjakan uangnya. Konsumsi saat ini lebih banyak diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pokok, sementara masyarakat juga mulai lebih berhati-hati dalam mengelola dana.

Meski demikian, BCA Syariah meyakini daya beli masyarakat akan kembali membaik seiring membaiknya kondisi ekonomi.

"Kami yakin seiring situasi yang semakin baik, daya beli masyarakat juga akan terus tumbuh," ujarnya.

Baca Juga: Ambisi Bank Mandiri Taspen Naik Kelas dan Jadi Bank Pensiunan Terbesar

Terkait kondisi global, Yuli mengatakan perlambatan ekonomi dunia memang turut mempengaruhi perekonomian Indonesia melalui terganggunya rantai pasok perdagangan. Namun, ia menilai kondisi domestik masih relatif terkendali karena arah kebijakan pemerintah dinilai konsisten dan berbagai program ekonomi tetap berjalan.

Selain itu, kondisi politik dalam negeri juga dinilai masih cukup kondusif bagi dunia usaha.

"Kondisi politik Indonesia masih relatif stabil serta tidak mengganggu iklim usaha. Arah kebijakan ekonomi juga relatif konsisten sehingga mampu mendukung aktivitas ekonomi masyarakat," katanya.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, BCA Syariah memastikan tetap melanjutkan agenda ekspansi bisnis sepanjang tahun ini.

Yuli mengatakan, pada semester pertama 2026 perseroan telah menambah jaringan kantor di Cirebon dan Padang untuk memperluas akses layanan kepada nasabah. Perseroan juga terus memperkuat layanan digital melalui pengembangan fitur pada aplikasi mobile banking BSya, termasuk menghadirkan fitur Saku Valas.

Baca Juga: Kebutuhan Dana Cepat Tinggi, Perusahaan Gadai Yakin Permintaan Pembiayaan Tumbuh

Ke depan, BCA Syariah akan melanjutkan pengembangan infrastruktur digital, antara lain dengan menambah fitur pembukaan rekening secara digital, pengembangan Tabungan Mabrur, Tabungan Anak, serta perluasan layanan valuta asing melalui aplikasi BSya.

Selain itu, perseroan juga mulai menerapkan teknologi berbasis cloud secara bertahap untuk mendukung operasional di seluruh jaringan kantor serta memperluas penetrasi pasar melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis dan penambahan tenaga pemasaran.

"Kami sangat optimistis terhadap prospek Indonesia. Karena itu, kami akan terus melanjutkan rencana bisnis dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian," tutup Yuli.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News