BCA Syariah Siapkan Produk Valas, Meluncur Tahun Ini!



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. BCA Syariah bersiap merambah market simpanan valuta asing (valas) tahun ini, dimulai dengan merambah segmen ritel melalui produk Saku Valas. 

Presiden Direktur BCA Syariah Yuli Melati Suryaningrum mengatakan, pada tahap awal layanan valas difokuskan untuk menjawab kebutuhan transaksi mata uang asing masyarakat ritel yang kian meningkat.

“Di fase pertama ini kami menyasar kebutuhan customer ritel, khususnya untuk transaksi dalam mata uang asing. Nanti nasabah bisa membeli US dollar atau Japanese yen langsung dari rekening rupiah, lalu masuk ke Saku Valas sesuai mata uangnya,” ujar Yuli dalam paparan kinerja, Selasa (10/2/2026).


Ia menjelaskan, Saku Valas memungkinkan nasabah memiliki “kantong” dalam berbagai mata uang asing tanpa harus membuka rekening terpisah. Sumber dananya tetap berasal dari tabungan rupiah berbasis syariah.

Baca Juga: Aset dan Laba BCA Syariah Tumbuh 15% pada 2025

Ke depan, pada tahap pengembangan berikutnya, dana valas yang tersimpan di Saku Valas juga dapat digunakan untuk transfer ke luar negeri sesuai kebutuhan nasabah.

Yuli menambahkan, secara konsep produk ini serupa dengan Pocket Valas milik BCA induk. Namun, BCA Syariah tetap menggunakan skema berbasis syariah sesuai prinsip dan kebutuhan nasabahnya.

“Konsepnya serupa, tetapi kami berbasis syariah. Kami ingin menjawab kebutuhan modern muslim maupun masyarakat modern yang membutuhkan solusi transaksi valas,” imbuhnya.

Direktur BCA Syariah Pranata menambahkan, masuknya BCA Syariah ke bisnis devisa menjadi salah satu langkah strategis perseroan pada 2026. Itu sesuai dengan potensi pertumbuhan simpanan valas yang masih tinggi. 

Dari sisi pertumbuhan, Pranata bilang dana rupiah paling tinggi terjadi pada giro, sementara pada dana valas, pertumbuhan tertinggi terjadi di tabungan. Inilah yang menjadi basis pihaknya memulai dengan produk tabungan. 

“Saku Valas ini masih dalam tahap pilot karena kami baru memperoleh license bank devisa pada Desember 2025. Ke depan, di 2026 ini akan ada lebih banyak produk yang berhubungan dengan valas,” jelas Pranata dalam kesempatan yang sama.

Baca Juga: Jamkrindo Jamin 577.454 UMKM-K di Jawa Tengah dan Yogyakarta

Dengan status sebagai bank devisa, BCA Syariah membuka peluang untuk memperluas layanan transaksi internasional dan memperkaya portofolio produk berbasis valuta asing sepanjang tahun ini.

Selanjutnya: Sumber Global Energy (SGER) Raih Kontrak Batubara Rp1,2 Triliun dari Bangladesh

Menarik Dibaca: Promo Guardian Super Hemat 12-18 Februari 2026, Tambah Rp 1.000 Dapat 2 Hair Tonic

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News