JAKARTA. Bank Central Asia (BCA) mengaku tak berambisi mengejar pertumbuhan jumlah rekening serta simpanan dana pihak ketiga (DPK) dari nasabah besar. BCA lebih berkonsentrasi mendongkrak pertumbuhan giro dan tabungan atau current account saving account (CASA) guna meningkatkan rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) yang masih rendah. Menurut Jahja Setiatmadja, Presiden Direktur BCA, pihaknya tak berambisi menargetkan pertumbuhan nasabah besar yang memiliki simpanan di atas batas penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebesar Rp 2 miliar. "Secara umum bahwa kita harapkan DPK masih bisa tumbuh sekitar 10% - 15% pertahun," kata Jahja pada KONTAN, Minggu (24/5). Jahja menegaskan, BCA juga tidak menargetkan pertambahan jumlah nasabah baru, tetapi lebih kepada total sumber dananya khususnya dari CASA. Kondisi ini disebabkan tingkat LDR BCA masih rendah, yaitu sekitar 75%. "Jadi kalau Dana Deposito tidak terlalu kita kejar, karena cost of fund-nya mahal," pungkas Jahja.
BCA tak berambisi kejar pertumbuhan nasabah besar
JAKARTA. Bank Central Asia (BCA) mengaku tak berambisi mengejar pertumbuhan jumlah rekening serta simpanan dana pihak ketiga (DPK) dari nasabah besar. BCA lebih berkonsentrasi mendongkrak pertumbuhan giro dan tabungan atau current account saving account (CASA) guna meningkatkan rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) yang masih rendah. Menurut Jahja Setiatmadja, Presiden Direktur BCA, pihaknya tak berambisi menargetkan pertumbuhan nasabah besar yang memiliki simpanan di atas batas penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebesar Rp 2 miliar. "Secara umum bahwa kita harapkan DPK masih bisa tumbuh sekitar 10% - 15% pertahun," kata Jahja pada KONTAN, Minggu (24/5). Jahja menegaskan, BCA juga tidak menargetkan pertambahan jumlah nasabah baru, tetapi lebih kepada total sumber dananya khususnya dari CASA. Kondisi ini disebabkan tingkat LDR BCA masih rendah, yaitu sekitar 75%. "Jadi kalau Dana Deposito tidak terlalu kita kejar, karena cost of fund-nya mahal," pungkas Jahja.