BCA tak tertarik ikut sindikasi akuisisi saham Freeport, simak alasannya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengaku tak tertarik untuk memberikan kredit sindikasi ke Freeport. Hal ini karena pembiayaan yang dilakukan harus berdenominasi valas.

Jahja Setiatmadja, Presiden Direktur BCA bilang tidak minat untuk bersaing dengan tawaran bunga kredit rendah dengan bank asing.

"Saat ini kami berusaha menekan kredit dalam valas," kata Jahja dalam paparan, Kamis (26/7). Jika kredit dalam mata uang rupiah, Jahja bilang BCA mungkin bisa bersaing.


Sebelumya, beberapa bank swasta dan asing juga diajak dalam membantu pendanaan akusisi 51% saham Freeport Indonesia.

Nantinya bank swasta asing beserta bank nasional akan membantu pendanaan akuisisi melalui kredit sindikasi. Sebagai gambaran, nilai akuisisi 51% saham Freeport Indonesia mencapai US$ 3,85 miliar.

Salah satu bank swasta yang diajak adalah PT Bank CIMB Niga Tbk (BNGA). "Iya (kami salah satu dari 11 bank yang menawarkan bantuan pendanaan akuisisi Freeport)," kata Frans Alimhamzah, Direktur Bisnis Banking CIMB Niaga kepada kontan.co.id, Sabtu (15/7).

Sayang CIMB Niaga belum merinci berapa partisipasi bank terkait ini. Untuk saat ini, CIMB Niaga mengakui masih melihat perkembangan terakhir terkait rencana pemerintah tersebut.

Berdasarkan penelusuran kontan.co.id, selain CIMB Niaga juga terdapat beberapa bank lain yang akan ikut membiayai. Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ infonya ditunjuk sebagai pemimpin kredit sindikasi. 

Kontan.co.id, berusaha menghubungi Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ dan beberapa bank lain untuk mengkonfirmasi kabar tersebut. Namun, hingga berita ini diturunkan belum ada respon.

Meskipun nilai akusisi 51% saham Freeport ini sebesar US$ 3,85 miliar, namun 11 bank ini menawarkan pinjaman melalui kredit sindikasi lebih besar yaitu US$ 5,2 miliar atau Rp 72,8 triliun (kurs Rp 14.000 per dollar AS).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi