KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memproyeksikan permintaan kredit pemilikan rumah (KPR) tetap stabil pada 2026 meski sepanjang 2025 sektor properti menghadapi sejumlah tantangan. Dukungan kebijakan pemerintah hingga inovasi produk dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga pertumbuhan pembiayaan perumahan. SVP Consumer Loan BCA Melani Megawati saat mini talkshow pada gelaran BCA Expoversary 2026, di ICE BSD, Tangerang pada Kamis (5/2/2026) mengatakan, sepanjang 2025 industri KPR menghadapi tekanan dari kondisi ekonomi serta dinamika ketenagakerjaan yang berdampak pada kemampuan masyarakat mengambil kredit. Hal ini sempat mendorong peningkatan rasio kredit bermasalah (NPL) di industri. Meski demikian, BCA mencatat portofolio KPR tetap tumbuh dengan baki debet mencapai sekitar Rp142,3 triliun pada 2025. Kualitas kredit juga relatif terjaga dengan rasio NPL sekitar 1,7%, masih di bawah rata-rata industri.
BCA Targetkan Penyaluran KPR Tumbuh 7% pada 2026, Ini Penopangnya
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memproyeksikan permintaan kredit pemilikan rumah (KPR) tetap stabil pada 2026 meski sepanjang 2025 sektor properti menghadapi sejumlah tantangan. Dukungan kebijakan pemerintah hingga inovasi produk dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga pertumbuhan pembiayaan perumahan. SVP Consumer Loan BCA Melani Megawati saat mini talkshow pada gelaran BCA Expoversary 2026, di ICE BSD, Tangerang pada Kamis (5/2/2026) mengatakan, sepanjang 2025 industri KPR menghadapi tekanan dari kondisi ekonomi serta dinamika ketenagakerjaan yang berdampak pada kemampuan masyarakat mengambil kredit. Hal ini sempat mendorong peningkatan rasio kredit bermasalah (NPL) di industri. Meski demikian, BCA mencatat portofolio KPR tetap tumbuh dengan baki debet mencapai sekitar Rp142,3 triliun pada 2025. Kualitas kredit juga relatif terjaga dengan rasio NPL sekitar 1,7%, masih di bawah rata-rata industri.