BCA yakin uang elektronik berbasis kartu bisa eksis saat pembayaran QR Code menjamur



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk terus memperkuat layanan uang elektornik berbasis server. Alat pembayaran ini menggunakan tekonologi quick response code (QR).

Direktur BCA Santoso Liem menyebut BCA sendiri memiliki produk uang elektronik berbasis kartu dengan brand flazz dan berasis server dengan brand SakuKu. Santoso yakin kedua produk ini akan saling melengkapi.

"Flazz akan tetap eksis dan lebih banyak digunakan untuk tol dan parkir. SakuKu Sakuku akan bagus untuk transaksi online dan lewat aplikasi. Server based tidak cocok tol dan parkir untuk parkir sebab ada potensial rata-rata parkir di basement sehigga biasa kendala komunikasi, juga antri karena biasa server base lebih lama untuk proses transaksi dibandingkan kartu," ujar Santoso.


Santoso bilang bank dengan sandi saham BBCA ini mencatatkan lonjakan jumlah transaksi flazz sebesar 150% yoy menjadi 384 juta trasankasi per Desember 2018. Sedangkan secara nominal tumbuh 260% yoy menjadi Rp 3,8 triliun dipenghujung tahun lalu.Transaksi ini paling banyak disumbangi oleh tol, lalu parkir, bus, terakhir retail.

Kinerja ini berkat 15,4 juta kartu flazz yang telah beredar di masyarakat. Sedangkan untuk produk SakuKu saat ini sudah terdapat 600.000 pengguna dengan nilai transaksi sebesar Rp 240 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi