JAKARTA. Bisnis energi di Indonesia masih cerah. Tengok saja, BCPG Public Company Limited, mengakuisisi 33,33% saham Star Energy. Nilainya sekitar US$ 357 juta. Akuisisi ini sudah disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perusahaan energi hujau alias baru dan terbarukan asal Thailand itu pada 13 Juni 2017. Ini adalah bagian dari upaya menggenjot Star Energy di bisnis energi, serta konsolidasi usaha. Maklum, selain BCPG, PT Barito Pacific Tbk (BRPT), akan mengakuisisi sekitar 66% selebihnya atau mayoritas saham Star Energy senilai sekitar US$ 700 juta. Bundit Sapianchai, President BCPG Public Company Ltd, mengatakan setelah proses akuisisi rampung investasi tersebut diharapkan bisa berkontribusi terhadap profit perusahaan. "Akuisisi ini sudah disetujui RUPS BCPG," terangnya, melalui situs resmi BCPG Co Ltd, pekan lalu.
BCPG Thailand membeli 33,33% saham Star Energy
JAKARTA. Bisnis energi di Indonesia masih cerah. Tengok saja, BCPG Public Company Limited, mengakuisisi 33,33% saham Star Energy. Nilainya sekitar US$ 357 juta. Akuisisi ini sudah disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perusahaan energi hujau alias baru dan terbarukan asal Thailand itu pada 13 Juni 2017. Ini adalah bagian dari upaya menggenjot Star Energy di bisnis energi, serta konsolidasi usaha. Maklum, selain BCPG, PT Barito Pacific Tbk (BRPT), akan mengakuisisi sekitar 66% selebihnya atau mayoritas saham Star Energy senilai sekitar US$ 700 juta. Bundit Sapianchai, President BCPG Public Company Ltd, mengatakan setelah proses akuisisi rampung investasi tersebut diharapkan bisa berkontribusi terhadap profit perusahaan. "Akuisisi ini sudah disetujui RUPS BCPG," terangnya, melalui situs resmi BCPG Co Ltd, pekan lalu.