Bea Cukai kantongi 80% target penerimaan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Direktorat Bea dan Cukai telah menerima 80% dari target penerimaan 2017. Angka ini diperkirakan akan melonjak di akhir bulan karena tenggat waktu pembayaran berkala.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi klaim penerimaan bea dan cukai per 15 Desember 2017 sudah mencapai 80,76% dengan total penerimaan 150,79 triliun. Angka ini tumbuh 7,33% dibandingkan dengan tahun kemarin dengan nilai pertumbuhan 10,43 triliun untuk periode yang sama. Menurutnya, penerimaan DJBC akan mengalami peningkatan yang signifikan.

"Meskipun tinggal beberapa hari, tanggal 20 adalah hari terakhir perusahaan besar melakukan prosedur pembayaran berkala sehingga kita akan dapat kenaikan (penerimaan) yang signifikan," kata Heru usai meresmikan 3 laboratorium bea dan cukai di Semarang pada Senin, (18/12).


Heru menambahkan, penerimaan bea keluar telah melampaui target sejak beberapa waktu yang lalu. DJBC mencatat kenaikan penerimaan bea keluar sebesar 0,98 triliun atau 35,47% year on year. Dari 2,70 triliun yang ditargetkan, saat ini telah mencapai angka 3,739 triliun, surplus 1,039 triliun. Heru mengaku ia berharap angka ini bisa bertambah sehingga surplus bisa mencapai 1,1 triliun.

Sementara penerimaan bea masuk diekspektasi surplus 0-500 juta. Sampai 15 Desember lalu, penerimaan telah mencapai 99,24% dengan nilai sebesar 33,03 triliun. Angka ini meningkat 10,44% atau 3,12 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Di lain sisi, meskipun cukai belum mencapai target, total penerimaan tahun 2017 juga telah melampaui total penerimaan pada periode yang sama tahun 2016. Realisasi penerimaan cukai per 15 Desember 2017 mencapai 116,03 triliun dengan pertumbuhan 5,77% year on year.

Pencapaian ini telah mencakup 75,75% yang ditargetkan dalam Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara-Perubahan yang sebesar 153,165 triliun.

Bila dirincikan, penerimaan itu terdiri dari 110,942 triliun cukai hasil tembakau, 5,095 triliun cukai minuman, 140,72 triliun cukai ethil alkohol, dan sisanya adalah pendapatan cukai lainnya. "Khusus untuk cukai rokok akan ada lonjakan penerimaan di akhir bulan," kata Heru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto