Bea Cukai perluas pengawasan ke bandara kecil



JAKARTA. Bea dan Cukai akan memperluas pengawasannya ke bandara remote area. Hal itu dilakukan untuk memperkecil peluang penyelundupan narkotika serta hewan yang lindungi. "Nanti tidak hanya terpusat di Bandara Soekarno-Hatta, sebab penyelundup sudah mulai beralih ke remote area," kata Dirjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Agung Kuswandono, pada rapat dengar pendapat(RDP) dengan Komisi XI DPR, Selasa (12/7). Beberapa bandara yang akan diperketat pengawasannya adalah bandara di Solo, Yogyakarta, Surabaya, Nusa Tenggara Timur, dan Teluk Nibung. Ia menambahkan, selain narkotika dan obat-obatan, saat ini juga marak penyelundupan hewan langka seperti trenggiling. Bahkan, belum lama ini Bea dan Cukai berhasil menggagalkan rencana penyelundupan trenggiling di Pelabuhan Belawan, Bandara Soekarno-Hatta, dan Pelabuhan Tanjung Priok. Sebanyak 523 kg daging trenggiling tanpa sisik yang ditempatkan dalam 20 kemasan box pendingin siap diekspor ke Singapura dari Bandara Soekarno-Hatta. Dalam penelusurannya, juga ditemukan daging trenggiling seberat 1,2 ton di Bandengan, Jakarta Utara. Temuan senilai Rp2,3 miliar akan dikirim ke Hong Kong dan China untuk masakan. Sedangkan sisik trenggiling yang dijual seharga US$1 per sisik merupakan bahan baku pembuatan sabu-sabu. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News