Bea Cukai: Sejak 10 Februari, tak ada warga China yang ke Indonesia lewat jalur udara



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah telah menutup penerbangan Indonesia-China dan China-Indonesia per 5 Februari 2020 untuk menghidari penyebaran virus corona yang telah merenggut nyawa di berbagai negara.Tapi, sejak tanggal 10 Februari 2020 sampai hari ini tidak ada lagi WN China yang datang dari jalur penerbangan.

Namun, berdasarkan data Pergerakan Penumpang dari China yang dicatat Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea Cukai sampai 8 Februari 2020 terdapat tiga orang warga negara China penumpang pesawat tujuan Indonesia. Meski demikian, otoritas belum menjelaskan apakah penumpang tersebut mengidap virus corona. 

Baca Juga: Terjerat modus asmara, Bea Cukai: 70% korban penipuan via media sosial adalah wanita


Adapun, jumlah penumpang pada awal bulan lalu tersebut memang turun drastis bila dibandingkan dengan total pergerakan penumpang WN China pada awal tahun ini yang mencapai 6.247 penumpang. 

Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga DJBC Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Syarif Hidayat memastikan saat ini sudah tidak ada lagi penerbangan langsung China-Indonesia. 

Namun, tiga orang yang tercatat itu, disinyalir penumpang yang hanya transit di Indonesia dengan tujuan ke negara lain.

“Yang jelas sepertinya melalui jalur udara sudah tidak ada tetapi orang China yang ada di Indonesia pasti masih ada. Berbicara orang China yang masuk ke Indonesia direct sudah tidak ada karena ada travel ban. Tapi bisa saja melalui pesawat lain melalui Singapura atau Timor Leste jadi intinya adalah kita hanya ingin menyampaikan karena sebenarnya sudah tidak ada,” kata Syarif, Selasa (3/3).

Baca Juga: Ditjen Bea Cukai rampungkan profil perusahaan bebas izin impor

Lebih lanjut, Syarif bilang sepekan jelang tahun baru Imlek, wisatawan China sudah mulai berkurang. 

“Trennya memang terjadi penurunan, apalagi dibanding tahun lalu  terjadi penurunan. Cuma tahun ini memang karena ada virus corona,” ujar Syarif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi