KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah didorong mengoptimalkan penerimaan dari ekspor batubara yang tengah menikmati keuntungan dari tingginya harga komoditas global. Yayasan Kesejahteraan Berkelanjutan Indonesia (Sustain) memperkirakan, penerapan bea keluar ekspor batubaraberpotensi menghasilkan tambahan penerimaan negara hingga Rp 97,4 triliun per tahun, hampir dua kali lipat dari target tambahan penerimaan Rp 50 triliun yang tengah diupayakan pemerintah. Sustain menilai, pengenaan bea keluar batubara dapat menjadi solusi untuk memperluas ruang fiskal dan membantu menutup defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), tanpa menambah beban pengeluaran masyarakat. Kebijakan ini dinilai lebih tepat dibandingkan memperluas pungutan pajak terhadap sektor ritel dan konsumsi yang berisiko menekan daya beli rumah tangga. Lead Researcher Sustain Adila Isfandiari mengatakan, pemerintah seharusnya memprioritaskan penerimaan dari sektor komoditas yang memperoleh keuntungan besar akibat kenaikan harga di pasar internasional, alih-alih menambah beban konsumsi masyarakat.
Bea Keluar Batubara Bisa Tambah Penerimaan Negara Rp 97,4 Triliun, Ini Hitungannya
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah didorong mengoptimalkan penerimaan dari ekspor batubara yang tengah menikmati keuntungan dari tingginya harga komoditas global. Yayasan Kesejahteraan Berkelanjutan Indonesia (Sustain) memperkirakan, penerapan bea keluar ekspor batubaraberpotensi menghasilkan tambahan penerimaan negara hingga Rp 97,4 triliun per tahun, hampir dua kali lipat dari target tambahan penerimaan Rp 50 triliun yang tengah diupayakan pemerintah. Sustain menilai, pengenaan bea keluar batubara dapat menjadi solusi untuk memperluas ruang fiskal dan membantu menutup defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), tanpa menambah beban pengeluaran masyarakat. Kebijakan ini dinilai lebih tepat dibandingkan memperluas pungutan pajak terhadap sektor ritel dan konsumsi yang berisiko menekan daya beli rumah tangga. Lead Researcher Sustain Adila Isfandiari mengatakan, pemerintah seharusnya memprioritaskan penerimaan dari sektor komoditas yang memperoleh keuntungan besar akibat kenaikan harga di pasar internasional, alih-alih menambah beban konsumsi masyarakat.
TAG: