JAKARTA. Harga minyak kelapa sawit (CPO) dunia terus merambat naik. Makanya, kemarin (25/4), pemerintah menggodok rencana kenaikan Bea Keluar (BK) ekspor CPO yang akan berlaku April. "Kenaikan bea keluar itu karena harga dunia juga naik," kata Diah Maulida, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Kementerian Perdagangan, Kamis (25/3). Sayang, sampai kemarin sore, Diah belum mau menyebutkan detail BK dan Harga Patokan Ekspor (HPE) yang akan berlaku mulai 1 April nanti. Namun Sumber KONTAN yang mengikuti pertemuan itu bercerita, BK untuk CPO April adalah 4,5% dari HPE sebesar US$ 752 per ton. Tarif ini mengalami kenaikan dari tarif per Maret sebesar 3% dari HPE senilai US$ 708 per ton. Kenaikan HPE baru ini tentu akan mendongkrak setoran bea dari pengusaha kelapa sawit ke negara.
Bea Keluar Ekspor CPO April Jadi 4,5%
JAKARTA. Harga minyak kelapa sawit (CPO) dunia terus merambat naik. Makanya, kemarin (25/4), pemerintah menggodok rencana kenaikan Bea Keluar (BK) ekspor CPO yang akan berlaku April. "Kenaikan bea keluar itu karena harga dunia juga naik," kata Diah Maulida, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Kementerian Perdagangan, Kamis (25/3). Sayang, sampai kemarin sore, Diah belum mau menyebutkan detail BK dan Harga Patokan Ekspor (HPE) yang akan berlaku mulai 1 April nanti. Namun Sumber KONTAN yang mengikuti pertemuan itu bercerita, BK untuk CPO April adalah 4,5% dari HPE sebesar US$ 752 per ton. Tarif ini mengalami kenaikan dari tarif per Maret sebesar 3% dari HPE senilai US$ 708 per ton. Kenaikan HPE baru ini tentu akan mendongkrak setoran bea dari pengusaha kelapa sawit ke negara.