Beasiswa S2 Pemerintah Denmark untuk jurusan teknik



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah Denmark membuka peluang beasiswa S2 di tahun ini. Beasiswa S2 ini difokuskan untuk Magister jurusan teknik, terutama di University of Southern Denmark (SDU).

Pemerintah Denmark melalui program beasiswa S2 ini memberikan beasiswa berupa pembebasan biaya kuliah. Selain biaya kuliah, beasiswa S2 ini juga memberikan biaya hidup sekitar Rp 6.5 juta belum termasuk pajak. Berikut adalah program studi yang ditawarkan:

  • MSc in Engineering - Mechatronics
  • MSc in Engineering - Electronics
Persyaratan umum beasiswa S2 University of Southern Denmark:

  • Peserta berasal dari negara di luar Uni Eropa/Kawasan Ekonomi Eropa. 
  • Memenuhi syarat untuk membayar biaya kuliah.
  • Mendaftar salah satu program magister yang dimulai pada musim gugur

Baca Juga: Beasiswa S1 dan S2 Australian National University (ANU) untuk semua jurusan Beasiswa S1 dan S2 Australian National University (ANU) untuk semua jurusan

Persyaratan khusus bagi peserta bisa dilihat di laman https://www.sdu.dk/en/uddannelse/tuition/scholarships. Pilih salah satu program, lalu pilih menu "Entry requirements" untuk melihat persyaratan yang dibutuhkan. Masing-masing program memiliki persyaratan yang berbeda.

Pendaftaran beasiswa S2 Pemerintah Denmark ini dibuka hingga 1 September 2020. Perkuliahan akan dilaksanakan pada Februari 2021. 

Alur pendaftaran:

  • Tidak ada pendaftaran terpisah antara pendaftaran Universitas dan beasiswa. Sistem Universitas akan otomatis mempertimbangkan peserta untuk menerima beasiswa. 
  • Lengkapi persyaratan yang diminta dalam syarat dokumen. Semakin baik kualitas dan kelengkapan berkas, semakin besar peluang mendapatkan beasiswa. 
  • Seleksi akan dilihat dari persyaratan yang dipenuhi serta nilai akademis. Peserta harus melengkapi dan mengajukan dokumen sebelum batas akhir pendaftaran. 
Untuk detail beasiswa dan pendaftaran, Anda juga bisa menghubungi kontak berikut:

Email: sdu-soenderborg@sdu.dk Website: https://www.sdu.dk

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News