KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) diperkirakan semakin berat seiring melebaranya kesenjangan antara harga jual eceran dan harga keekonomian bahan bakar minyak (BBM). Saat ini, harga keekonomian Pertalite tercatat mencapai Rp 16.088 per liter, sementara harga jual di SPBU masih dipatok Rp 10.000 per liter. Peneliti Seknas Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Badiul Hadi, menilai tren kenaikan harga keekonomian ini menegaskan peran APBN yang semakin krusial dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi nasional. "Kenaikan harga keekonomian BBM hari ini memperlihatkan satu hal penting APBN sedang bekerja sebagai peredam gejolak sosial, bukan sekadar instrumen fiskal biasa," ujarnya kepada Kontan.co.id, Jumat (8/5/2026).
Beban APBN Meningkat di Tengah Kesenjangan Harga BBM dan Harga Keekonomian
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) diperkirakan semakin berat seiring melebaranya kesenjangan antara harga jual eceran dan harga keekonomian bahan bakar minyak (BBM). Saat ini, harga keekonomian Pertalite tercatat mencapai Rp 16.088 per liter, sementara harga jual di SPBU masih dipatok Rp 10.000 per liter. Peneliti Seknas Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Badiul Hadi, menilai tren kenaikan harga keekonomian ini menegaskan peran APBN yang semakin krusial dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi nasional. "Kenaikan harga keekonomian BBM hari ini memperlihatkan satu hal penting APBN sedang bekerja sebagai peredam gejolak sosial, bukan sekadar instrumen fiskal biasa," ujarnya kepada Kontan.co.id, Jumat (8/5/2026).
TAG: