Beban biaya meningkat, laba bersih Acset Indonusa (ACST) melorot 18% di kuartal III



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Acset Indonusa Tbk (ACST) mengalami penurunan laba bersih di kuartal III 2018 akibat membengkaknya beban keuangan yang harus ditanggung perusahaan.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal III 2018, ACST tercatat hanya bisa membukukan laba bersih Rp 91,23 miliar atau melorot 18% dari periode yang sama tahun 2017 yang mampu mencapai Rp 111,28 miliar.

Sedangkan pendapatan usaha anak usaha PT United Tranctors Tbk ini masih tumbuh signifikan sebesar 40,5% dari Rp 1,95 triliun menjadi Rp 2,73 triliun.


Pendapatan disumbang dari proyek infrastruktur sebesar 77%, konstruksi 13%, fondasi 6% dan sektor lainnya 4%. Sektor lainnya menggambarkan aktivitas perdagangan yang dilakukan oleh anak usaha ACSET.

"Penurunan laba bersih ini sebagai dampak adanya peningkatan beban keuangan atas proyek-proyek Contractor Pre-Financing (CPF) yang saat ini masih dalam proses pengerjaan." kata Maria Cesilia Hapsari, Sekretaris Perusahaan ACST dalam keterangan resminya, Jumat (26/10).

Beban keuangan ACST kuartal III mencapai Rp 222,6 miliar. Padahal, pada periode yang sama tahun 2017 hanya tercatat sebesar Rp 55,36 miliar.

Sementara dari sisi kontrak baru, ACST baru membukukan Rp 813 miliar dari Januari hingga September 2018. Itu dinatarnya berasal dari yakni The Stature Mixed-use Development yang dikerjakan oleh Perusahaan bersama dengan Woh Hup (Private), Ltd.

Maria bilang, Hingga kini ACST masih terlibat dalam proses tender beberapa proyek strategis, dimana Perusahaan tetap optimis untuk memperoleh kontrak baru hingga akhir tahun. Seperti diketahui, perusahaan konstruksi ini menargetkan kontrak baru Rp 10 triliun pada tahun 2018.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia