KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Lembaga think tank di bawah Permata Bank, Permata Institute for Economic Research (PIER) menilai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berpotensi kehilangan ruang untuk terus menjadi motor stimulus pertumbuhan ekonomi di tengah meningkatnya tekanan global dan beban fiskal domestik. Head of Macroeconomics & Market Research Permata Bank, Faisal Rachman mengatakan bahwa selama ini pertumbuhan ekonomi Indonesia masih sangat ditopang oleh belanja pemerintah atau fiscal driven growth, sementara kontribusi sektor swasta belum cukup kuat untuk menjadi mesin utama pertumbuhan. Ia mengatakan kondisi tersebut membuat ketahanan fiskal Indonesia menghadapi tantangan besar, terutama jika konflik geopolitik di Timur Tengah terus berlanjut dan mendorong harga minyak dunia tetap tinggi.
Beban Fiskal Berat, APBN Berpotensi Kehabisan Ruang untuk Stimulus Ekonomi
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Lembaga think tank di bawah Permata Bank, Permata Institute for Economic Research (PIER) menilai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berpotensi kehilangan ruang untuk terus menjadi motor stimulus pertumbuhan ekonomi di tengah meningkatnya tekanan global dan beban fiskal domestik. Head of Macroeconomics & Market Research Permata Bank, Faisal Rachman mengatakan bahwa selama ini pertumbuhan ekonomi Indonesia masih sangat ditopang oleh belanja pemerintah atau fiscal driven growth, sementara kontribusi sektor swasta belum cukup kuat untuk menjadi mesin utama pertumbuhan. Ia mengatakan kondisi tersebut membuat ketahanan fiskal Indonesia menghadapi tantangan besar, terutama jika konflik geopolitik di Timur Tengah terus berlanjut dan mendorong harga minyak dunia tetap tinggi.