Beban naik, laba bersih LPKR merosot 35,7%



JAKARTA. Kinerja PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) semester I 2016 melambat. Laba bersih emiten properti merosot 35,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu atau year on year (yoy).

Berdasarkan laporan keuangan LPKR yang dirilis Senin (15/8), perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 497,7 miliar. Pencapaian ini turun 35,7% dari laba bersih semester I 2015 yang sebesar Rp 775,3 miliar.

Alhasil, laba per saham LPKR turun menjadi Rp 21,86 dari sebelumnya Rp 34,05 pada semester I 2015.


Sebetulnya, pendapatan perusahaan masih tumbuh 7,6% menjadi Rp 5,1 triliun dari Rp 4,74 triliun pada semester I tahun lalu. Namun membengkaknya beban yang harus ditanggung perseroan menyebabkan laba bersihn tergerus. Beban pokok pendapatan naik 12,7% yoy menjadi Rp 2,8 triliun.

Beban usaha juga naik dari Rp 1,05 triliun menjadi Rp 1,32 triliun. Beban lainnya naik dari Rp 35,2 miliar menjadi Rp 110 miliar. Lalu beban keuangannya juga membengkak dari Rp 55,2 miliar menjadi Rp 158,6 miliar.

Adapun, total aset LPKR per akhir Juni 2016 tercatat sebesar 43,02 triliun, naik dari Rp 41,3 triliun pada periode akhir Desember 2015. Jumlah utangnya naik dari Rp 22,4 triliun menjadi Rp 23,06 triliun, dan ekuitasnya naik dari Rp 18,9 triliun menjadi Rp 19,9 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dupla Kartini