KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT PP Presisi Tbk (
PPRE) cetak kinerja keuangan kurang menggembirakan di periode Januari-September 2026.
Di mana, perusahaan kembali mencetak rugi bersih walaupun sukses mencatatkan pertumbuhan pendapatan. Kenaikan beban pokok pendapatan menggerus laba kotor perusahaan di periode sembilan bulan pertama 2026. Mengutip laporan keuangan pada Rabu (21/10/2026), pendapatan PPRE meningkat 19,86% menjadi Rp 3,32 triliun hingga kuartal III-2026, dibandingkan Rp 2,77 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga: Harga Timah Global Ketat, Simak Rekomendasi Saham TINS dari Analis Berdasarkan segmen usaha, pendapatan PPRE didominasi oleh konstruksi sebesar Rp 2,99 triliun. Selanjutnya, segmen tambang menyumbang pendapatan Rp 255,50 miliar, sedangkan pendapatan dari segmen sewa mencapai Rp 75,75 miliar. Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, beban pokok pendapatan PPRE meningkat 34,25% menjadi Rp 2,94 triliun, dari Rp 2,19 triliun pada periode Januari–September 2025. Kenaikan beban pokok pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan menekan laba kotor perusahaan. Laba kotor PPRE terpantau turun 33,03% menjadi Rp 387,06 miliar, dibandingkan Rp 577,96 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara beban usaha berhasil ditekan 2,28% menjadi Rp 68,55 miliar, dari Rp 70,15 miliar pada kuartal III-2025.
Alhasil, PPRE membukukan rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 161,61 miliar hingga kuartal III-2026. Kondisi ini berbanding terbalik dari laba bersih sebesar Rp 104,97 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News