Beberkan Hasil Pertemuan dengan MSCI, Luhut: Kita Diskusi 2 Jam!



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan dirinya menerima kunjungan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) beberapa waktu lalu.

Ia menyebut, pertemuan tersebut berlangsung hampir dua jam untuk membahas kondisi ekonomi Indonesia hingga agenda reformasi digital pemerintah.

Menurut Luhut, dalam pertemuan tersebut pihak MSCI menanyakan pandangannya mengenai situasi Indonesia saat ini. Ia pun menegaskan bahwa secara fundamental kondisi Indonesia tetap baik.


Baca Juga: Transaksi Kripto di Indodax Capai Rp 201 Triliun Tahun 2025

"Karena ini kemarin Morgan Stanley datang ke kantor saya, kami diskusi hampir dua jam. Dia tanya saya, apa yang anda lihat? Saya jelasnya, kita bagus semua kok," kata Luhut dalam Konferensi Pers di Jakarta, Jumat (13/2).

Dalam kesempatan itu, Luhut memaparkan bahwa pemerintah tengah melanjutkan program government technology (govtech) sebagai bagian dari reformasi tata kelola berbasis digital. Uji coba sistem tersebut telah dilakukan di Kabupaten Banyuwangi.

Dari pilot project tersebut, pemerintah menemukan berbagai persoalan, khususnya dalam penyaluran bantuan sosial (bansos). Ia menyebut realisasi bansos sebelumnya baru sekitar 77% tepat sasaran. "Nah ini kami perbaiki," tegas Luhut.

Untuk memperkuat sistem, pemerintah turut menggandeng World Bank serta peneliti dari Harvard Institute guna memberikan asistensi.

Luhut mengatakan, mitra internasional tersebut terkejut melihat kemampuan teknologi yang telah dimiliki Indonesia saat ini, termasuk penggunaan teknologi pengenalan wajah (face recognition) dalam verifikasi penerima bansos.

Melalui integrasi data berbasis nomor induk kependudukan (NIK), pemerintah dapat segera mendeteksi penerima yang tidak memenuhi syarat maupun masyarakat yang seharusnya berhak tetapi belum menerima bantuan.

Sistem tersebut juga menyediakan mekanisme waktu sanggah agar masyarakat bisa mengoreksi data. "Jadi dengan adanya waktu sanggah ini, itu membuat tadi data lebih lengkap," imbuhnya.

Selain membahas reformasi digital pemerintahan, Luhut juga menyampaikan kepada MSCI rencana pemerintah mengusulkan reformasi pasar modal kepada Presiden Prabowo Subianto. Reformasi tersebut akan menekankan penguatan integritas sumber daya manusia serta pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) agar sistem semakin sulit dimanipulasi.

Baca Juga: Masih Loyo, Rupiah Spot Melemah 0,12% ke Rp 16.848 per Dolar AS, Jumat (13/2) Siang

"Kami usul ke presiden supaya capital market ini direform, manusianya dicari yang muda, yang paham uang, yang sulit disogok-sogok dan digunakan AI, supaya makin sulit untuk dipermainkan," pungkas Luhut.

Selanjutnya: Jejak Roman Abramovich, Oligarki Rusia yang Mengubah Chelsea Jadi Raksasa

Menarik Dibaca: Promo Es Krim Alfamart Spesial Valentine, Beli 1 Gratis 1 dan Beli 2 Gratis 1

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News