Beda Jauh! Klaim Rudal Iran Trump Tak Sesuai Data Intelijen AS



KONTAN.CO.ID - Pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa Iran akan segera memiliki rudal yang mampu menjangkau wilayah AS disebut tidak didukung laporan intelijen terbaru pemerintah Amerika.

Menurut tiga sumber Reuters yang mengetahui isi laporan intelijen tersebut, klaim itu dinilai berlebihan dan tidak sepenuhnya sejalan dengan penilaian resmi lembaga intelijen AS. Hal ini memunculkan pertanyaan atas sebagian агgumen Trump terkait kemungkinan serangan terhadap Iran.

Dalam pidato kenegaraan di hadapan Kongres pekan ini, Trump mulai membangun argumen kepada publik bahwa Washington berpotensi melancarkan serangan ke Iran. Ia menyebut Teheran tengah mengembangkan rudal yang “akan segera mencapai” Amerika Serikat.


Namun, dua sumber menyebut tidak ada perubahan pada laporan tak rahasia tahun 2025 dari Defense Intelligence Agency (DIA).

Baca Juga: Era Ponsel Supermurah Bakal Berakhir, Ini Biang Keroknya

Dalam laporan tersebut, DIA memperkirakan Iran kemungkinan baru dapat mengembangkan rudal balistik antarbenua (ICBM) yang layak secara militer paling cepat pada 2035. Pengembangan itu pun disebut harus berbasis pada kendaraan peluncur satelit (space launch vehicle/SLV) yang saat ini dimiliki Iran.

Artinya, berdasarkan penilaian intelijen terbaru yang tersedia untuk publik, kemampuan Iran untuk menghadirkan ICBM operasional masih berjarak sekitar satu dekade.

Gedung Putih belum memberikan komentar resmi terkait perbedaan antara pernyataan presiden dan isi laporan intelijen tersebut.

Tonton: Essential Oil dan Paru-paru: Manfaat atau Bahaya?

Isu ini menjadi sorotan karena dapat memengaruhi persepsi ancaman keamanan nasional AS, sekaligus menentukan arah kebijakan Washington terhadap Teheran di tengah meningkatnya tensi geopolitik.