KONTAN.CO.ID - Detailing draf rincian Nota Kesepahaman (MoU) awal untuk mengakhiri perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran akhirnya terungkap ke publik pada Senin (15/6/2026). Dokumen kerja sama yang dimediasi oleh Pakistan ini merumuskan peta jalan (roadmap) de-eskalasi militer, pemulihan jalur logistik energi global, hingga klausul sensitif mengenai pembatasan nuklir dan pencairan aset. Baca Juga: Inggris Umumkan Larangan Total Media Sosial bagi Anak di Bawah Usia 16 Tahun
- Komitmen Anti-Senjata Nuklir: Iran menegaskan kembali komitmen dekade mereka bahwa Teheran tidak akan memproduksi atau berupaya memperoleh senjata nuklir.
- Pembekuan Aktivitas (Nuclear Freeze): Menunggu kesepakatan komprehensif, Iran setuju untuk membekukan aktivitas nuklirnya, termasuk menahan proses pengayaan uranium (uranium enrichment) baru dan menghentikan perluasan fasilitas nuklir.
- Penyusutan Uranium: AS menyetujui opsi bagi Iran untuk mengencerkan (dilute) simpanan uranium yang diperkaya tingkat tinggi langsung di dalam negeri di bawah perjanjian masa depan.
- Sistem Inspeksi: Donald Trump menegaskan akan menerapkan rezim pengawasan dan inspeksi ketat di wilayah Iran, meski belum merinci mekanisme teknisnya. Dari sisi legislatif, Senator AS Lindsey Graham mengingatkan bahwa setiap kesepakatan nuklir final wajib melalui tinjauan dan persetujuan Kongres AS.
| Komponen Finansial | Versi Pejabat Senior Iran | Versi Presiden Donald Trump |
| Sanksi Baru | AS sepakat tidak mengenakan sanksi baru selama masa negosiasi 60 hari. | Sanksi ekonomi berpotensi dicabut secara bertahap sesuai kepatuhan. |
| Ekspor Minyak | AS akan memberikan kelonggaran sanksi (waiver) ekspor minyak mentah. | (Tidak merinci detail kelonggaran kuota minyak). |
| Pencairan Aset | AS sepakat mencairkan US$ 25 miliar aset Iran yang dibekukan lewat transfer tunai, jalur kredit, dan kerja sama regional. | Menegaskan bahwa Iran tidak akan diberikan dana tunai (cash), melainkan murni pelonggaran sanksi. |
| Pembangunan Pasca-Perang | Washington bersama sekutunya akan menyusun draf rencana rekonstruksi dan pembangunan ekonomi Iran dalam 60 hari. | (Fokus pada pelonggaran hambatan dagang). |
- Gencatan Senjata Multilateral: Gencatan senjata permanen ini secara otomatis mencakup wilayah Lebanon. Sekretariat Dewan Keamanan Nasional Agung Iran menyatakan seluruh pergerakan senjata diinstruksikan berhenti total sejak Senin malam.
- Tanggung Jawab Implementasi: Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, menegaskan prasyarat utama keberhasilan draf ini adalah penghentian total serangan militer Israel ke Lebanon, dan membebankan tanggung jawab penegakan aturan tersebut kepada AS.
- Sikap Bertahan Militer Israel: Di sisi lain, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah menegaskan kepada Trump bahwa militer Israel (IDF) akan tetap bertahan di zona keamanan yang telah mereka kuasai di Lebanon, Suriah, dan Gaza demi stabilitas wilayah perbatasan mereka.