Bedah Strategi Transfer Chelsea yang Berbuah Rekor, Raup Lebih dari Rp11 Triliun



KONTAN.CO.ID - Chelsea menutup bursa transfer musim panas 2026 dengan perubahan besar dalam strategi perekrutan pemain.

Jika melihat daftar transaksi, klub terbaik di London tersebut tidak lagi hanya berfokus pada pemain muda, tetapi mulai mengombinasikan talenta potensial dengan pemain berpengalaman.

Strategi tersebut berjalan beriringan dengan upaya Chelsea memperbaiki kondisi finansial klub. Hasilnya, The Blues mampu membangun skuad yang dinilai lebih seimbang sekaligus mencatat rekor penjualan pemain.


Dari penjualan dan biaya peminjaman pemain, Chelsea memperkirakan dapat meraup lebih dari £500 juta, atau sekitar Rp11,4 triliun.

Baca Juga: Penghormatan untuk Lionel Messi, Liga Argentina Hentikan Pertandingan di Menit ke-10

Mengubah Filosofi Transfer

Selama beberapa tahun terakhir, Chelsea dikenal sangat agresif merekrut pemain muda. Namun, manajemen mulai melihat adanya kekurangan pengalaman dan kepemimpinan di ruang ganti.

Mengutip analisis The Standard, Xabi Alonso sebagai pelatih baru disebut aktif berdiskusi dengan jajaran klub mengenai pemain yang dibutuhkan. Tujuannya membentuk skuad yang lebih siap bersaing.

Jordan Henderson dan Danny Welbeck menjadi contoh paling jelas. Henderson bergabung sebagai pemain bebas transfer, sedangkan Welbeck didatangkan dari Brighton.

Di sisi lain, Chelsea tetap berinvestasi besar pada pemain yang dianggap bisa menjadi bagian penting dari masa depan klub.

Membeli Pemain yang Siap Langsung Bermain

Salah satu perubahan paling penting adalah keberanian Chelsea membayar mahal untuk pemain yang dinilai sudah siap menjadi starter.

Morgan Rogers menjadi contoh utamanya. Chelsea mengeluarkan £117 juta untuk mendapatkan pemain Aston Villa tersebut.

Strategi serupa diterapkan ketika Chelsea mengejar Maxence Lacroix dari Crystal Palace. Chelsea membayar £52 juta untuk bek berusia 26 tahun itu.

Baca Juga: 4 Bek Jadi Target Manchester United pada 2027, INEOS Siapkan Rp11,4 Triliun

Tidak Ragu Menjual Pemain dengan Harga Tinggi

Enzo Fernandez menjadi contoh paling spektakuler. Chelsea hanya bersedia melepas gelandang Argentina tersebut jika Manchester City memenuhi tuntutan mereka. Hasilnya, Fernandez dijual dengan harga £125 juta, menyamai rekor transfer Inggris.

 Chelsea juga berhasil menjual sejumlah pemain lain dengan harga tinggi. Liam Delap dilepas ke Nottingham Forest dengan nilai £50 juta termasuk bonus, setelah sebelumnya dibeli seharga £30 juta.

Trevoh Chalobah dijual seharga £31 juta. Karena merupakan produk akademi Chelsea, nilai transfer tersebut menjadi keuntungan murni dalam konteks perhitungan klub.

Sementara itu, penjualan Nicolas Jackson, Andrey Santos, dan Tyrique George menghasilkan total £139 juta.

Baca Juga: Lando Norris Dirikan LN4 Fusion, Bidik Formula 3 hingga Formula 2

Menentukan Pemain yang Dijual dan Tidak Dijual

Untuk pemain yang tidak masuk rencana utama, Chelsea berusaha membuka jalan keluar melalui penjualan maupun peminjaman.

Sebaliknya, pemain yang dianggap penting diberi valuasi tinggi untuk mengurangi ketertarikan klub lain.

Malo Gusto, misalnya, disebut memiliki banderol sekitar £75 juta. Sementara Pedro Neto dihargai hampir £100 juta.

Chelsea bahkan menolak pendekatan terhadap Joao Pedro karena penyerang tersebut dianggap sebagai pemain yang tidak tersedia untuk dijual.

Beberapa nama seperti Axel Disasi dan Alejandro Garnacho dipindahkan melalui skema pinjaman.

Baca Juga: Bisnis Hak Siar Internasional Serie A Dilirik Investor Besar, Ada Carlyle dan Oaktree