KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kian besar keuntungan, semakin besar pula risiko investasinya. Prinsip yang satu ini harus menjadi pegangan Anda dalam membiakkan duit di instrumen investasi. Untuk itu, perlu ada langkah mitigasi yang dilakukan ketika berinvestasi, baik di deposito maupun tekfin peer to peer lending. Mike Rini Sutikno, Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi menyarankan, jika pilihannya berinvestasi di produk deposito, porsi yang harus Anda sisihkan 30% dari total dana investasi. Contoh, Anda punya dana idle Rp 100 juta. Dari jumlah itu, porsi investasi di deposito cukup 30%. Selebihnya, tempatkan di instrumen lain. “Deposito karena aman dan likuid jadi cocok untuk menjaga likuiditas, porsinya bisa 30% dari total dana investasi Anda’,” kata Mike.
Begini cara mitigasi risiko berinvestasi di deposito atau fintech P2P
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kian besar keuntungan, semakin besar pula risiko investasinya. Prinsip yang satu ini harus menjadi pegangan Anda dalam membiakkan duit di instrumen investasi. Untuk itu, perlu ada langkah mitigasi yang dilakukan ketika berinvestasi, baik di deposito maupun tekfin peer to peer lending. Mike Rini Sutikno, Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi menyarankan, jika pilihannya berinvestasi di produk deposito, porsi yang harus Anda sisihkan 30% dari total dana investasi. Contoh, Anda punya dana idle Rp 100 juta. Dari jumlah itu, porsi investasi di deposito cukup 30%. Selebihnya, tempatkan di instrumen lain. “Deposito karena aman dan likuid jadi cocok untuk menjaga likuiditas, porsinya bisa 30% dari total dana investasi Anda’,” kata Mike.