Begini cara SIAP cetak cuan tahun ini



JAKARTA. PT Sekawan Intipratama Tbk (SIAP) akan berjibaku demi mencetak cuan tahun ini. Perseroan akan segera merampungkan akuisisi distributor pelumas dan merealisasikan produksi batubara.

Rennier Abdul Rachman Latief, Komisaris Utama SIAP mengatakan, akuisisi PT Mahaputra Adi Nusa (MAN) sedang dalam proses. Targetnya, bulan ini kelar dilakukan dan sudah bisa dikonsolidasikan ke perseroan.

Proses akuisisi sempat terhambat lantaran MAN memiliki batasan persyaratan (negative covenant) dari kreditur, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI). Dalam perjanjian pinjaman meminjam disebutkan, jika pemegang saham MAN berubah, maka harus mendapat persetujuan kreditur.


"Negative covenant sudah beres, pinjaman sudah diperpanjang," ujar Rennier kepada KONTAN belum lama ini.

Adapun, total pinjaman MAN kepada BRI sebesar Rp 27 miliar. SIAP telah meneken akta jual beli saham bersyarat atas MAN dengan Zakei Mubarak Yos. Jumlah saham yang diambilalih sebanyak 4.000 saham atau setar dengan 80%. Nilai transaksi sebesar Rp 21,04 miliar.

Manajemen SIAP mengklaim, Mahaputra merupakan distributor pelumas PT Pertamina terbesar ke empat. Tahun lalu, pendapatan MAN tercatat sebesar Rp 189 miliar. Tahun ini, MAN bisa jadi menjadi sumber pendapatan utama SIAP jika tambang perseroan belum juga bisa beroperasi.

Namun, Rennier bilang, saat ini pembangunan infrastruktur tengah dikerjakan. Sehingga, produksi dan penjualan batubara sudah bisa dilakukan masing-masing di April dan Juni 2015. RITS Ventures Limited, perusahaan yang baru saja diakuisisi SIAP tidak bisa memenuhi target untuk beroperasi secara komersial yang harusnya Agustus tahun lalu.

Alasannya, pendanaan dari kreditur, yakni Fundamental Resources Pte. Ltd (FR) kepada RITS telat mengucur. Mundurnya pencairan pinjaman ini meneyebabkan pembebasan lahan serta pembangunan saran dan prasarana pertambangan tidak bisa dilakukan.

Alhasil, kontrak penjualan dengan pembeli pun diperbaharui. Kontrak-kontrak yang dimaksud antara lain kontrak dengan Evertrade, Asia Express, dan Binh Duong. Pengiriman akhirnya diubah menjadi mulai Juni 2015.

"Total penjualan batubara ke tiga perusahaan itu sekitar 5 juta ton," kata Rennier.

Ia menghitung, jika penjualan itu terealisasi, maka laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) perseroan bisa mencapai US$ 50 juta-US$ 75 juta. Tambang SIAP yang diproduksi melalui PT Indo Wana Bara Mining Coal (IWBMC) ini memiliki sumber daya batubara yang ditaksir mencapai 533,31 juta ton.

Jumlah cadangan batubara yang dapat ditambang secara ekonomis sebesar 288,1 juta ton.  Adapun, jenis batubara yang dihasilkan memiliki kalori 3.714 kilo kalori per kilogram (kkal/kg).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto