MOMSMONEY.ID - Bagaimana cara yang tepat untuk menolong orang korban bullying? Simak caranya berikut ini, yuk. Bullying adalah masalah serius yang tidak hanya memengaruhi korban secara langsung, tetapi juga lingkungan sekitarnya. Menjadi saksi bullying dapat membuat kita merasa tidak nyaman dan bingung tentang cara terbaik untuk membantu. Jika Anda menyadari bahwa seorang anak, teman, atau orang yang Anda sayangi sedang menjadi korban bullying, ada beberapa tindakan yang bisa Anda ambil untuk membantu mereka menghadapi situasi tersebut dengan cara yang aman dan sehat.
Bersumber dari Very Well Mind, berikut adalah cara yang tepat untuk mengolong orang korban bullying: 1. Membantu melaporkan kasus bullying Orang yang diintimidasi sering kali merasa sulit untuk melaporkan situasi mereka kepada pihak berwenang. Dalam kasus seperti ini, Anda dapat bertindak dan melaporkan kejadian tersebut atas nama mereka, terutama jika Anda menyadari bahwa mereka menghindari untuk melakukannya. Baca Juga: Sedang Ramai Bullying di Sekolah, Ini lo Efek Bullying pada Kesehatan Mental 2. Mencoba berbicara dengan pelaku bullying Jika Anda merasa aman dan mampu melakukannya, cobalah untuk berbicara dengan pelaku bullying. Upaya ini mungkin dapat menghentikan perilaku bullying mereka. 3. Membantu membangun kembali kepercayaan diri korban Bullying dapat mengurangi harga diri dan kepercayaan diri korban. Anda dapat membantu memulihkan hal ini dengan mengingatkan mereka bahwa mereka tidak sesuai dengan apa yang dikatakan pengganggu tentang mereka. Baca Juga: Jangan Hanya Diam, Lakukan Ini jika Anda Di-Bully 4. Mendengarkan dengan empati Korban bullying sering kali merasa tidak didengarkan atau tidak dipercaya. Sebagai pendengar, tugas Anda adalah memberikan ruang yang aman dan mendukung di mana mereka dapat berbicara tentang pengalaman mereka tanpa takut dihakimi. Tunjukkan empati dan pengertian. Terkadang, korban hanya perlu seseorang yang bersedia mendengarkan. 5. Menjadi support system korban Sangat penting bagi korban bullying untuk merasa bahwa mereka memiliki support system yang kuat. Tanpa dukungan, kombinasi dari intimidasi dan perasaan terisolasi bisa berujung pada kecemasan dan depresi.