Begini Jurus Multifinance Mengejar Target Pembiayaan Usai Stimulus PPnBM Berakhir



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah telah resmi mengakhiri stimulus diskon PPnBM untuk beberapa jenis mobil baru pada akhir September 2022. Perusahaan pembiayaan pun mengakui, dengan berakhirnya stimulus akan menambah sentimen negatif terhadap lini bisnis pembiayaan mobil baru hingga akhir tahun ini.

PT Mandiri Utama Finance (MUF) misalnya, akan tetap mengejar pertumbuhan penyaluran pembiayaan mobil baru walaupun stimulus PPnBM telah habis, karena masih ada sentimen penguat dari perbaikan kondisi di internal sektor otomotif.

Asal tahu saja, sampai September 2022, MUF telah berhasil menyalurkan total pembiayaan sebesar Rp 12,3 triliun atau meningkat 60% secara tahunan alias year on year (YoY) dibandingkan dengan tahun sebelumnya.


"Berakhirnya stimulus PPNBM juga sebenarnya tidak akan berpengaruh besar terhadap pertumbuhan kinerja pembiayaan MUF. Karena tantangan pembiayaan, khususnya mobil baru sejak awal 2022 hingga saat ini sebenarnya lebih pada keterbatasan stock unit kendaraan, yang terjadi karena timpangnya pertumbuhan demand dibandingkan kecepatan recovery produksi pasca slowdown saat pandemi covid-19 lalu," jelas Direktur Utama PT Mandiri Utama Finance (MUF) Stanley Setia Atmadja kepada kontan.co.id, Jumat (7/10).

Baca Juga: Hafid Hadeli Ditunjuk Sebagai Komisaris Adira Finance

Hal tersebut kata Stanley juga diperparah dengan adanya perang Rusia Ukraina yang menyebabkan terganggunya beberapa pasokan komponen tertentu dari produksi mobil baru.

Oleh karena itu, untuk meningkatkan pembiayaan hingga akhir tahun, MUF akan terus memperluas dan memperdalam kerja sama dengan berbagai mitra kanal pembiayaan, baik konvensional maupun digital, memastikan proses pelayanan akuisisi yang sesuai harapan calon nasabah, serta mengeluarkan program-program pembiayaan akhir tahun yang menarik.

Sampai akhir tahun MUF pun tetap menargetkan total pembiayaan baru bisa tercapai sebesar Rp 16,7 triliun.

Sementara itu, Mandiri Tunas Finance (MTF) juga berharap setelah Diskon PPnBM ini berakhir, momentum  pembelian mobil baru masih terus berlanjut.

Dalam meningkatkan kinerja hingga akhir tahun, MTF pun menerapkan berbagai strategi, yaitu dengan pameran mobil di berbagai kota, seperti pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS), yang bisa menambah volume penjualan mobil.

Direktur Sales & Distribusi Mandiri Tunas Finance (MTF) William Francis menyampaikan, hingga September 2022 pembiayaan perusahaan telah mencapai sebesar Rp 20 triliun, atau tumbuh lebih dari 40% secara YoY.

"Berakhirnya PPnBM memang masih belum kelihatan, semoga tidak berdampak signifikan kepada kinerja perusahaan. Kami pun tetap menargetkan pembiayaan baru hingga akhir tahun bisa tercapai sebesar Rp 25 triliun," ujar William.

Di sisi lain, Presiden Direktur BCA Finance Roni Haslim mengaku, akan lebih santai dalam mengejar pembiayaan baru hingga akhir tahun nanti setelah berakhirnya stimulus PPnBM. Menurutnya, dengan berakhirnya stimulus tidak akan berpengaruh banyak, karena pembeli mobil sudah terbiasa dengan harga baru.

Baca Juga: Meski Suku Bunga BI Naik, Sejumlah Multifinance Masih Menahan Bunga Pembiayaan

"Selain itu juga karena harga jual mobil masih akan kompetitif seiring strategi beberapa pabrikan yang masih berada dalam mode banting harga. Misalnya saja, penjualan bulanan mobil baru di Agustus 2022 lalu itu naik karena terdorong pameran otomotif GIIAS 2022," terang Roni.

Perusahaan juga telah berhasil merealisasikan penyaluran pembiayaan sekitar Rp 23,3 triliun hingga kuartal III/2022 dari target hingga akhir tahun sebesar Rp 30,5 triliun.

Oleh karena itu, dalam meningkatkan kinerja pembiayaan hingga akhir tahun, BCA Finance berupaya mengambil peluang baru, yaitu dengan merangkul segmen debitur yang tengah mencari-cari penawaran menarik dalam waktu dekat, sebelum nantinya suku bunga acuan terus meningkat.

"BCA Finance saat ini mengakomodasi uang muka (down payment/DP) rendah mulai dari 10%. Kami akan tetap akan kejar semaksimal mungkin, salah satunya ke pangsa pasar debitur potensial terbesar saat ini, yaitu segmen yang butuh DP kecil buat beli mobil," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi