KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai suntikan likuiditas yang diberikan Kementerian Keuangan untuk perbankan bakal tetap mendorong likuiditas perbankan, meski kini peruntukannya lebih difokuskan ke pembelian surat utang negara. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa sudah rampung menambahkan likuiditas total Rp 100 triliun ke perbankan pada pertengahan bulan ini. Ia tak merincikan alokasinya, yang pasti penerima suntikan likuiditas dana SAL (saldo anggaran lebih) sebelumnya, yakni bank milik negara (Himbara) dan Bank Jakarta, kembali kebagian dana kali ini. Namun, berbeda dengan suntikan likuiditas sebelumnya yang lebih diarahkan untuk pembiayaan, Purbaya bilang kali ini alokasinya lebih fokus untuk pembelian surat utang alias obligasi. Hal ini diharapkan dapat menjaga stabilitas imbal hasil (yield) surat berharga negara (SBN) yang cenderung naik jelang Lebaran 2026.
Begini Kata OJK Soal Likuiditas Rp 100 T untuk Perbankan yang Diarahkan ke SBN
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai suntikan likuiditas yang diberikan Kementerian Keuangan untuk perbankan bakal tetap mendorong likuiditas perbankan, meski kini peruntukannya lebih difokuskan ke pembelian surat utang negara. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa sudah rampung menambahkan likuiditas total Rp 100 triliun ke perbankan pada pertengahan bulan ini. Ia tak merincikan alokasinya, yang pasti penerima suntikan likuiditas dana SAL (saldo anggaran lebih) sebelumnya, yakni bank milik negara (Himbara) dan Bank Jakarta, kembali kebagian dana kali ini. Namun, berbeda dengan suntikan likuiditas sebelumnya yang lebih diarahkan untuk pembiayaan, Purbaya bilang kali ini alokasinya lebih fokus untuk pembelian surat utang alias obligasi. Hal ini diharapkan dapat menjaga stabilitas imbal hasil (yield) surat berharga negara (SBN) yang cenderung naik jelang Lebaran 2026.